Catatan Mas AAS

Masjid yang Viral di Surabaya: Karena Melayani Kebutuhan Seluruh Umat

Reporter : -
Masjid yang Viral di Surabaya: Karena Melayani Kebutuhan Seluruh Umat
catatan Mas AAS

Sedang bersiap makaryo mengabdi pada kehidupan. Seorang senior di grup WhatsApp. Mengunggah sebuah akun TikTok dan ada sebuah mention kepada penulis berbunyi demikian: "Mr. AAS mbok sekali-kali bikin konten tulisan dengan topik ????." Lengkap dengan emoticon yang menunjuk kepada konten yang terdapat dalam akun TikTok yang diunggah! Penulis mengcopy paste langsung kalimat yang di mention.

Awalnya tidak berkehendak membuka isi TikTok nya. Karena kesibukan mengerjakan pekerjaan lainnya. Namun sekelebatan mata melihat ada kata Surabaya. Ada peristiwa apa di kota pahlawan, pikir penulis. Lalu secara auto penulis pun membuka video dari akun TikTok tersebut. Video berdurasi hampir tiga menit lebih itu, penulis tonton tidak sekali, bahkan beberapa kali hingga empat kali kayaknya. Untuk sekadar meyakinkan penulis, bahwa emosi, serta pikiran penulis mampu disentuh dalam kejadian yang terdapat dalam video TikTok tersebut.

Baca Juga: Seorang Pemimpin Sejati bukanlah Pencari Konsesus: Ia Pembentuk Konsesus

Sebuah tempat ibadah di daerah Pacar Keling, Tambaksari Surabaya. Adalah Masjid Pemuda Indonesia. Yang spontan membuka cakrawala berpikir penulis menjadi terbuka siang ini. Seharusnya "Rumah Tuhan" di Bumi yang selalu berputar, layaknya harus melakukan hal yang sama seperti yang sudah dikerjakan oleh Masjid di atas. Benar-benar sebuah tindakan yang anti-mainstream, dan menariknya lagi kenapa penulis barusan tahu sekarang, dari senior lagi, dari video TikTok yang diunggahnya.

Pertanyaan besarnya apa yang sedang dilakukan oleh Masjid tersebut? Rumah Tuhan itu tidak sekadar manjadi tempat asing, karena hanya ramai dikunjungi penganutnya pada jam-jam tertentu saja untuk sowan kepada Allah SWT. Namun benar-benar menjadi perwujudan sifat-sifat Sang Illahi Robbi yang terdapat dalam banyak sebutan di "Asmaul Husna" nya. Masjid itu menjadi tempat singgah untuk tidur saat sedang lelah bekerja bagi kaum proletar akar rumput kota pahlawan, bahkan kaum borjuis juga di servis dengan sikap yang sama oleh Takmir, serta Marbot Masjid. Bahkan Masjid itu acap kali juga bisa menjadi tempat bebersih diri layaknya rumah sendiri. Urusan sanitasi diri aman, mulai mandi, buang air kecil, dan buang air besar semua terfasilitasi serta gratis, ada fasilitas sabun cuci bahkan sikat gigi juga bisa diberi, tinggal minta ke Marbot Masjid.

Sepertinya beragama dan memuja Tuhan-Nya bukan sesuatu yang gaib dan supranatural lagi. Sesaat melihat apa yang sudah dilakukan oleh Takmir Masjid di atas. Sang Khaliq tidak terasa jauh lagi di atas langit yang tinggi Beliau begitu dekat mewujud pada tindakan yang penuh Rahmat juga kasih yang bisa dilakukan oleh manusia. Dan sepertinya makna "Tuhan" menjadi milik semua agama dan milik semua manusia, adalah benar-benar fakta adanya bukan mitos lagi. Penulis tidak bermaksud membahas dalam konteks ritus agama, disclaimer nya demikian.

Di saat kebijakan di atas, layaknya sebuah Rumah Tuhan yaitu Masjid telah merubah dirinya selain sebagai tempat ibadah bagi pemeluknya. Rumah Ibadah ini juga menjadi tempat untuk menghilangkan rasa lapar bagi setiap anak manusia yang sekadar papa secara ekonomi juga yang sedang benar-benar kelaparan saat tengah menghampiri dan isi dompet memang tak cukup untuk membeli sebungkus nasi juga es teh nya di Surabaya. Apapun agama baik muslim dan non muslim serta latar etnis orangnya. Benar-benar merasakan berkat lahir juga batin akan adanya pelayanan yang dilakukan oleh Masjid di atas.

Kenapa bisa begitu? Bagaimana tidak, hampir setiap hari, di Masjid Pemuda Indonesia ini, para ibu-ibu yang sudah ditunjuk oleh Takmir Masjid akan memberi pelayanan makan gratis dengan masakan yang senantiasa baru menunya, bagi seluruh insan di Surabaya.

Tentu saja tukang ojol macam penulis menjadi kegirangan, hanya belum sempat mampir saja, karena beberapa hari off tidak ngojek karena banyaknya urusan kampus yang wajib diselesaikan.

Baca Juga: Hargai Semua yang Anda Miliki

Di saat Masjid lainnya menutup pintunya rapat-rapat untuk sekadar jamaahnya bobok sebentar dari lelahnya makaryo seharian. Ada perilaku yang berbeda dari Masjid Pemuda Indonesia. Rumah Ibadah ini buka 24 jam untuk memposisikan dirinya benar-benar sebagai Rumah Tuhan yang meneduhkan bagi setiap manusia.

Penulis sebagai kaum awam, tidak tahu apa yang dilakukan oleh Takmir setiap Masjid, dengan pendapatan infak yang diperoleh setiap Jumatnya. Apakah sekadar untuk membuat Rumah Tuhan itu tampak mewah dan megah saja. Nah, Masjid Pemuda Indonesia yang berada di Pacar Keling Tambaksari Surabaya ini, adalah sesuatu yang dihadirkan oleh Sang Pemilik Alam Raya ini untuk di baca arti dan maknanya bagi setiap umat, bukan tanpa pesan sama sekali. Karena sejatinya tidak ada kejadian dan peristiwa yang kebetulan saja di dalam hidup ini.

Di saat sebuah lembaga agama di level nasional sedang memiliki kebijakan untuk melarang mengucap salam teruntuk penganut agama yang berbeda. Sesuatu yang asing serta mampu menyentuh hati setiap orang yang melihatnya. Takmir Masjid Pemuda Indonesia dengan kebijakan yang telah dibuatnya. Benar-benar mewakili sifat-sifat Allah SWT yang begitu cinta dan sayang kepada setiap manusia tanpa kecuali. Sama dengan yang dilakukan oleh Takmir dan Marbot Masjid di atas, semua manusia dengan berbagai latar agama dan etnis nya: benar-benar merasa mendapatkan manfaat atas keberadaan Rumah Tuhan di atas.

Semoga fenomena yang rada aneh dan anti-mainstream ini. Menjadi pemicu bagi Masjid-masjid yang ada di Kota Pahlawan Surabaya khususnya dan berada di Indonesia pada umumnya. Siapa tahu saja ada inovasi dan terobosan cerdas lainnya: Rumah Tuhan di tempat lainnya menjadi jawaban bagi setiap manusia yang ada di Indonesia, tidak akan pernah memusingkan biaya sekolah dan kuliahnya barangkali. Karena semua biaya nya dalam menurut ilmu akan dibiayai oleh sebuah Masjid. Tidak menutup kemungkinan, kehadiran Masjid Pemuda Indonesia di Surabaya akan memantik banyak tindakan kemanusiaan yang bernuansa kemanusiaan penuh irama asketik yang semakin banyak. Dilakukan oleh banyak rumah ibadah lainnya juga.

Baca Juga: Menjadi Pendidik adalah Perbuatan Baik Tanpa Syarat

Kalau demikian yang terjadi. Bisa jadi yang akan ber-infak dan bersedekah dalam setiap salat Jumat juga akan semakin termotivasi, untuk merogoh sakunya dalam-dalam untuk mengambil lembaran yang yang nilainya paling besar. Untuk dimasukkan dalam kotak yang berjalan keliling di depan para jamaah salat Jumat. Karena jamaah tahu, uang sedekahnya benar-benar dipakai untuk melayani umat, juga memintarkan, mengenyangkan, dan melindungi umat. Bukan sekadar membuat bangunan nya rumah Tuhan saja yang terus tumbuh ke atas, tampah mewah dan megah. Bukankah Tuhan, tak perlu gedung mewah dan megah!

Sekian...


AAS, 10 Juni 2024
Emper Omah Rungkut Surabaya

Editor : Nasirudin