Arsip Tugu Pahlawan Ditetapkan sebagai Memori Kolektif Bangsa Tahun 2024

Reporter : -
Arsip Tugu Pahlawan Ditetapkan sebagai Memori Kolektif Bangsa Tahun 2024
Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Dr. Ikhsan, S.Psi, MM, saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dalam rangka Peringatan Hari Kearsipan Nasional (HKN) ke-53, yang berlangsung di Samarinda, Kalimantan Timur, pada 2

Surabaya, JatimUPdate.id,- Monumen Tugu Pahlawan di Kota Surabaya telah resmi ditetapkan sebagai arsip sejarah dalam Memori Kolektif Bangsa (MKB) Tahun 2024. Penghargaan diterima Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Dr. Ikhsan, S.Psi, MM, saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dalam rangka Peringatan Hari Kearsipan Nasional (HKN) ke-53, yang berlangsung di Samarinda, Kalimantan Timur, pada 29 Mei 2024.

Arsip Tugu Pahlawan (ATP) merupakan himpunan dokumen tentang lini masa pembangunan Monumen Tugu Pahlawan Surabaya sebagai tetenger lokasi spesifik bernilai penting yang menghubungkan era kolonial Hindia Belanda, pendudukan Jepang, era Revolusi Kemerdekaan sebagai momen titik balik perjuangan bangsa Indonesia, hingga era kekinian di mana nilai kepahlawanan dan kejuangan diwariskan secara berkelanjutan.

ATP merekam proses perencanaan, pembangunan, hingga peresmian Tugu Pahlawan yang terdokumentasi rapi dalam bentuk arsip tertulis, citra fotografis, desain bangunan, serta berita di surat kabar dan dalam kondisi terpelihara baik. Arsip Tugu Pahlawan dapat dikategorikan dalam tiga bagian: pertama, arsip pra-pembangunan yang merekam korespondensi pejabat Kota Surabaya dan panitia pembangunan dengan pejabat pemerintah pusat serta arsip kendala pengumpulan dana pembangunan; kedua, arsip proses pembangunan yang meliputi desain, peletakan batu pertama, serta proses pembangunan keseluruhan; ketiga, arsip pasca-pembangunan yang meliputi momen peresmian oleh Presiden Indonesia, Ir. Sukarno, dan proses pengembangan kompleks Tugu Pahlawan hingga kini.

Penetapan Monumen Tugu Pahlawan sebagai arsip sejarah MKB merupakan pengakuan penting atas nilai sejarah yang dimiliki oleh monumen tersebut. Monumen ini dibangun untuk mengenang dan menghormati jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia, khususnya dalam Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya (Dispusip) sebagai leading sector telah mengajukan Arsip Tugu Pahlawan sebagai nominator MKB pada Januari 2024. Setelah proses pengajuan, Dispusip kemudian melakukan presentasi pada Selasa (22/2) kepada Dewan Pakar yang dipimpin langsung oleh Kepala Dispusip, Mia Santi Dewi, S.H., M.Si.

Perwakilan Tim yang terdiri dari M. Haris Budiawan (Ketua Tim Memory of Nation and Memory of the World), Dr. M. Taufik, M.Si (Wakil Ketua Dewan Pakar MKB), dan Dra. Sri Sumekar, M.Si (Anggota Dewan Pakar MKB), turut didampingi oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga Prof. Dr. Poernawan Basundoro, S.S., M.Hum. dan Kukuh Yudha Karnanta selaku akademisi dari FIB Unair. Dalam kesempatan tersebut, Mia Santi Dewi selaku Kepala Dispusip memaparkan kegiatan preservasi dan rencana ke depan jika Arsip Tugu Pahlawan ditetapkan sebagai MKB. Paparan tersebut mendapat respons positif dari para ahli yang hadir.

"Pengajuan MKB tahun ini menurut saya yang memiliki data paling lengkap, yakni Surabaya," ujar Sri Sumekar, anggota Dewan Pakar MKB. M. Harris Budiawan, selaku Ketua Tim, juga memberikan apresiasi terhadap upaya preservasi dan digitalisasi arsip yang telah dilakukan. "Kegiatan preservasi dan restorasi arsipnya sudah lengkap dan sangat baik, serta telah dipublikasikan di SIKN (Sistem Informasi Kearsipan Nasional) dengan objek digitalnya," ungkapnya. Tidak hanya itu, Taufik, Wakil Ketua Dewan Pakar MKB yang merupakan putra daerah Jawa Timur, menyuarakan rasa bangganya dengan diajukannya Arsip Tugu Pahlawan sebagai MKB.

"Saya asli wong Jatim sungguh sangat bangga jika Surabaya mengajukan Memori Kolektif Bangsa karena Surabaya memiliki nilai histori perjuangan kemerdekaan Indonesia yang sangat kuat. Saya akan kawal pengajuan Arsip Tugu Pahlawan sampai lulus sebagai MKB," tegasnya. Menanggapi hasil uji petik yang dilakukan oleh dewan pakar, Kepala Dispusip Mia Santi Dewi optimistis bahwa upaya Surabaya akan membuahkan hasil. "Hasil uji petik menurut penilaian dewan pakar sudah lengkap dan tidak ada lagi yang perlu dipertanyakan. Kami harap pada tahun ini Dispusip Kota Surabaya berhasil mendaftarkan Arsip Tugu Pahlawan sebagai MKB," ungkap Kepala Dispusip optimis.

Dengan penetapan ini, Monumen Tugu Pahlawan semakin memperkokoh posisinya sebagai simbol sejarah yang penting bagi Indonesia, khususnya bagi Kota Surabaya, dan sebagai sumber inspirasi bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya, Mia Santi Dewi mengatakan, Pemkot Surabaya dalam Rakornas ANRI tersebut, dalam rakornas tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meraih dua penghargaan sekaligus.

Penghargaan itu diantaranya, Penetapan Arsip Pembangunan Tugu Pahlawan dalam Register Memori Kolektif Bangsa (MKB) 2024, dan penilaian tata kelola kearsipan kategori AA “Sangat Memuaskan” dari ANRI, berdasarkan hasil nilai pengawasan kearsipan tahun 2023.

“Setiap tahun ada penilaian mengenai pengawasan kearsipan, pengawasan kearsipan itu adalah pengelolaan arsip sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh peraturan ANRI. Nah, Kota Surabaya sudah sesuai dengan aturan yang ditetapkan dalam Peraturan Arsip Nasional RI Nomor 6 tahun 2019 tentang Pengawasan Kearsipan,” kata Mia, Senin (10/6/2024).

Semetara itu Pelaksana Tugas Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Imam Gunarto, saat menyerahkan penghargaan MKB dalam kegiatan Rapat Koordinasi Nasional Kearsipan Tahun 2024 yang berlangsung di Hotel Mercure Samarinda, Kalimantan Timur, (29/5/2024).

Imam Gunarto menekankan pentingnya peran kearsipan dalam menjaga kontinuitas pemerintahan dan kenegaraan. "Sumber-sumber masa lalu kita, baik berupa arsip, naskah, artefak, dan lain-lain kadang-kadang belum cukup untuk merangkai mozaik sejarah masa lalu secara lengkap. Belum cukup membangun memori kolektif bangsa secara utuh. Tugas kita di kearsipanlah yang menjadi ujung tombak dalam menjaga kontinuitas jalannya pemerintahan maupun kenegaraan," ungkapnya.

Acara ini bertujuan untuk menghargai upaya-upaya dalam mengarsipkan dokumen dan artefak yang memiliki nilai sejarah tinggi serta berperan dalam membangun dan menjaga memori kolektif bangsa. Imam Gunarto juga menambahkan bahwa kearsipan tidak hanya penting untuk menjaga sejarah tetapi juga untuk memastikan bahwa informasi yang akurat dan autentik tersedia bagi generasi mendatang.

Penghargaan MKB ini diharapkan dapat mendorong upaya preservasi dan restorasi arsip-arsip bersejarah lainnya di seluruh Indonesia. Dengan demikian, memori kolektif bangsa dapat terus terjaga dan menjadi sumber inspirasi bagi seluruh masyarakat Indonesia.(dji/MS)

Editor : Yuris P Hidayat