Komputer Tablet Khusus Pejabat Pemkot, Pimpinan DPRD Surabaya Singgung Soal Lisensi 

Reporter : -
Komputer Tablet Khusus Pejabat Pemkot, Pimpinan DPRD Surabaya Singgung Soal Lisensi 
AH Thony, dok Jatimupdate.id/roy

Surabaya, JatimUPdate.id - Pimpinan DPRD Surabaya AH Thony buka suara terkait ITS yang sedang mempersiapkan komputer tablet khusus untuk mendukung pekerjaan pejabat Pemkot Surabaya

Thony mengatakan, universitas memang memiliki peran dalam menjalankan program Tri Dharma Perguruan Tinggi. Namun, ia mengingatkan universitas saat ini belum memiliki otoritas sebagai lembaga produksi barang. 

Baca Juga: Komisi A Desak Pemkot Tertibkan Depo Peti Kemas Tak Berizin Lengkap

"Hasil penelitian kampus dipahami oleh berbagai kalangan, termasuk dewan, sebagai produk eksperimen dari pengembangan penelitian dan ilmu pengetahuan," uja Thony kepada wartawan, Senin (8/7).

Thony menyarankan, jika Pemkot ingin mengadopsi hasil riset yang sudah bagus dari kampus, perlu ada kajian regulasi terlebih dahulu untuk memastikan manfaat yang lebih luas dan bukan hanya untuk kepentingan Pemkot.

"Kalau pun boleh, jangan langsung diadopsi. Pemkot sebagai dirijen kota harus memikirkan distribusi peran dan efek positif multiplikatifnya ketika mengadopsi hasil riset tersebut," tambahnya.

Thony juga menekankan pentingnya melibatkan masyarakat dalam proses produksi tablet ini, baik dalam pembuatan, lisensi, maupun distribusi produk.

Langkah ini akan membantu mengurangi pengangguran, membangun kebersamaan, dan meningkatkan budaya juang masyarakat, serta mendorong mereka untuk berkompetisi maju ke depan.

Selain itu, Thony mengingatkan agar tidak menjadikan pejabat dan pelayanan masyarakat sebagai objek eksperimen.

Baca Juga: Mudahkan Intervensi Pemkot Lakukan Pemutakhiran dan Pemanfaatan Data

Sebab, beber Thony hal ini sangat berbahaya. Ia juga mempertanyakan keamanan software yang dikembangkan oleh ITS.

Pun menekankan pentingnya belajar dari banyak kasus kebobolan data, termasuk yang terjadi di bank dan kementerian baru-baru ini, yang sangat memalukan. 

"Apakah ada jaminan bahwa software yang dibuat oleh ITS aman dan tidak bisa dibajak? Misalnya, jika tanda tangan Pak Lurah dibobol untuk penerbitan surat tanah yang seharusnya tidak bisa diajukan, bisa membuat Surabaya geger," jelasnya.

Walikota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, komputer tablet dirancang hanya untuk aplikasi perkantoran dan tidak bisa di-install oleh aplikasi lain. Tablet dirancang untuk meningkatkan efisiensi kerja pejabat di lingkungan Pemkot Surabaya mulai kepala dinas hingga lurah.

Baca Juga: Optimis Raih Prestasi, FISI Jatim Tingkatkan Persiapan Atlet Es Skating

“Kita telah melakukan banyak hal bersama ITS, salah satunya adalah pengembangan tablet. Tujuannya agar camat, lurah, dan kepala dinas bisa bekerja tanpa kertas menggunakan tablet khusus tersebut,” jelas Eri

“Tablet itu bisa dikunci, jadi kalau mau di-install aplikasi lain tidak bisa. Digunakan main game juga tidak,” tambahnya.

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerjasama dan Kealumnian ITS, Agus Muhammad Hatta menjelaskan, saat ini pihaknya sedang mengembangkan versi terbaru untuk mendukung aplikasi perkantoran Pemkot Surabaya.

"Jadi ITS kebetulan memiliki inovasi berupa tablet khusus untuk pembelajaran di kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar). Ternyata dalam pengembanganya bisa digunakan untuk perkantoran, saat ini sedang pengembangan versi kedua sebagai penyempurnaan dari versi yang pertama," kata Agus 

Editor : Yuris P Hidayat