Sebut Kucuran Dana Proyek SWL Rp 70 T, Komisi C: Masih Banyak Pulau Kosong Bisa Direklamasi
Surabaya, JatimUPdate.id - Ketua Komisi C DPRD Surabaya Baktiono menegaskan, Indonesia jangan dijadikan bypass untuk mencari keuntungan kelompok pribadi semata, sebab banyak tempat yang dapat dikelola dengan baik.
Hal itu diungkapkan oleh Baktiono menyikapi rencana pembangunan proyek strategis nasional pengembangan kawasan pesisir terpadu Surabaya Waterfront Land (PSN SWL)
Baca Juga: Timbulkan Bau Menyengat, DPRD: Kapasitas Pengelohan Limbah Tinja di Keputih Perlu Ditingkatkan
"Indonesia ini jangan di Bypass untuk mencari keuntungan kelompok pribadi seperti ini karena alam Indonesia ini sudah menyediakan Tinggal bagaimana kita mengelola," kata Baktiono, kepada wartawan, Rabu (24/7)
Pasalnya sebut legislator PDI Perjuangan itu, masih banyak ribuan pulau kosong atau penduduk yang bisa direklamasi.
Sehingga dia meyakini pembangunan PSN itu lebih bagus dan memberi dampak lebih positif kepada masyarakat luas.
Baca Juga: Buchori Imron: Flyover Taman Pelangi Harus Berdampak ke Mobilitas dan Ekonomi Surabaya
"Banyak pulau kosong tinggal dipilih mana yang cocok, ribuan loh yang belum ada namanya kurang lebih ada 5000 yang belum ada nama. Ada juga penduduknya masih sedikit apapun yang dibangun di sana pasti bagus untuk kegiatan-kegiatan yang positif," papar Baktiono.
Baktiono menjabarkan, di pulau kosong atau yang penduduknya sedikit bisa dibangun bandara untuk pesawat kecil, besar, dan pastinya lebih megah tidak mengganggu siapapun.
Baca Juga: Akses Lahan Rumah Pompa Nginden Disepakati
Pun lebih kokoh, karena pulaunya tumbuh secara alamiah, apalagi bisa mempekerjakan masyarakat yang tinggal di pulau itu.
"Kalau dengan uang yang kami dengar disediakan sampai 70 triliun lebih, kalau untuk membangun tadi yang sudah ada pulaunya dan bandarannya itu mungkin jauh lebih megah dan tidak akan mengganggu siapapun," demikian Baktiono.
Editor : Yuris. T. Hidayat