Sukseskan Padat Karya, Buchori Imbau Perangkat Daerah Jadi Garda Terdepan

oleh : -
Sukseskan Padat Karya, Buchori Imbau Perangkat Daerah Jadi Garda Terdepan
Buchori Imron

Jatimupdate.id - Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) pendapatannya ditarget Rp 4 Juta perbulannya melalui program Rumah Padat Karya. Menyikapi hal itu, Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Buchori Imron menyebut, ide ini sangat bagus. Sebab hidup di Kota Pahlawan membutuhkan biaya hidup yang tidak sedikit.

"Surabaya adalah kota besar yang income perkapitanya cukup tinggi. Serta butuh biaya hidup tidak sedikit pula. Tapi itu ide, cita-cita, harapan seorang walikota. Jadi wajar saja. wong namanya  pemimpin masyarakat Surabaya." kata Buchori kepada media ini.

Sebelumnya, Walikota Eri Cahyadi mengintruksikan, setiap dinas mengontrol program - program yang telah berjalan. Salah satunya Rumah Padat Karya (Pakar) yang memastikan MBR mendapatkan penghasilan minimal Rp 4 juta per bulan. 

"Nanti Pak Sekda dan Asisten tolong ditunjuk, dinas mana yang memastikan MBR yang di Rumah Pakar itu penghasilannya Rp 4 juta. Nanti kalau kurang dari Rp 4 juta per bulan sampaikan dinas yang memastikan itu menyampaikan ke Pak Sekda. Nanti kita dongkrak lagi dengan kegiatan, iku baru top sing jenenge kepala dinas, lah lek gak onok sing ngontrol yaopo? (Itu baru kepala dinas top, kalau nggak ada yang ngontrol lalu bagaimana?)," tutur Cak Eri.

Kendati begitu Buchori menanyakan, program padat karya sudah menyasar ke semua lini atau tidak? Karena untuk menghasilkan  Rp 4 juta harus benar-benar digenjot dengan action di lapangan.

Untuk itu, perlu dukungan yang memadai dari dinas dan perangkat daerah yang ada. "Kalau warga betul-betul bekerja dengan baik. Misalnya, lahan petaknya dan  luasnya berapa? Ditanamin apa kira-kira?Kalau maunya ikan diternak berapa? Perbulannya panen berapa dan dijual laku berapa? Kan itu harus diukur," beber Anggota Komisi C ini.

Maka, Buchori menekankan, warga bukan sekedar dilibatkan saja. Namun, harus dikawal dengan melibatkan pembimbing disertai gelontoran modal memadai. "Harus ada bimbingan dengan permodalan, kalau dilepas begitu saja tidak jalan." tegas Buchori.

Buchori mengimbau, camat maupun luruh jadi garda terdepan menyukseskan program ini. Agar penghasilan Rp 4juta tidak jadi harapan hampa. "Artinya apa, sia-sia gitu loh. Makanya harapan saya kalau memang sesuai harapan walikota ini kan harapan bagus." ujar Buchori.

Buchori menyebut, dengan dukungan semua perangkat daerah, bimbingan dan permodalan memadai. Ia optimis MBR bisa meraup Rp 4juta melalui program padat karya ini.

"Tapi kalau tidak bisa, sia-sia semua, korban semua nanti." tegas Buchori

Karena, lanjut Buchori tidak disertai gelontoran modal atau dana beserta pengawalan. Warga akan bekerja seadanya, dan dampaknya merugikan semua pihak. "Karena memang enggak sesuai dengan keahlian, kemudian tidak menghasilkan, maka pemkot rugi karena memang programnya enggak jalan." demikian tandas Buchori.