BEM HUKUM UNDIP : Demokrasi di Indonesia Terkesan Menindas Rakyat dan Hanya Mementingkan Kelompok

Reporter : -
BEM HUKUM UNDIP : Demokrasi di Indonesia Terkesan Menindas Rakyat dan Hanya Mementingkan Kelompok
Ketua BEM Hukum Undip, Sofa Dzunnuhasani

Semarang, JatimUPdate.id - Ketua BEM Hukum Undip, Sofa Dzunnuhasani menyoroti demokrasi Indonesia yang menurutnya terlalu terkesan menindas rakyat bahkan hanya mementingkan kelompok saja, bahkan oposisi dari pemerintahan pun dimatikan langkahnya oleh para pemangku jabatan.

Dalam wawancara Jatim Update, Minggu (22/09/2024), Sofa menjelaskan bahwa secara filofis demokrasi dimaknai sebagai teori yang tidak sempurna, karena ketika bisa menampung banyak aspirasi, demokrasi akan melibatkan banyak kepala untuk mengaplikasikan banyak hal.

Bahkan beberapa ahli juga menjelaskan bahwa demokrasi merupakan prinsip yang gagal, namun paling laris digunakan karena banyak melibatkan partisipasi masyarakat untuk kebijakan yang akan diberikan pemerintah.

Mirisnya, demokrasi di Indonesia banyak mengalami kritikan atas kegagalannya, karena dapat dinilai dari minimnya partisipasi masyarakat pada kebijakan yang ditetapkan, bahkan beberap kebijakan terkesan menindas rakyat dan hanya mengutamakan kepentingan kelompok elit saja.

Sofa berharap agar kewajiban pemerintah dapat betul-betul diaplikasikan, " dalam kebijakan prinsip (meaningfull participation), yang sejati kewajiban untuk dilaksanakan pemerintah betul-betul di aplikasiakan, mengingat bentuk negara kita adalah republik, dimana penyelengaraan kenegaraan itu dari rakyat" pungkas Sofa. (*)

Editor : Redaksi