Ratna Juwita : Regulasi Energi Terbarukan Jadi Kunci Capai Nol Emisi
Jakarta, JatimUPdate.id – Anggota Komisi XII DPR RI, Ratna Juwita, menekankan pentingnya regulasi energi terbarukan sebagai langkah awal mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada 2060. Menurutnya, langkah ini mendesak mengingat dampak perubahan iklim yang semakin nyata.
"Perubahan iklim sebagai faktor yang sangat ditakuti sudah mulai terlihat dampaknya hari ini," kata Ratna dalam keterangannya, Kamis (14/11).
Baca Juga: DEN Diminta Prioritaskan Energi Terbarukan dalam Roadmap Swasembada Energi
Ratna menyebut contoh konkret, seperti banjir di Spanyol yang menewaskan 271 jiwa, serta banjir di Makkah yang sebelumnya belum pernah terjadi. Ia juga menyinggung fenomena Gunung Fuji yang kehilangan saljunya setelah 130 tahun.
"Dampaknya sudah sangat nyata. Ini terjadi karena peningkatan suhu atmosfer akibat gas rumah kaca. Indonesia harus serius mencanangkan nol persen emisi di tahun 2060," tegasnya.
Ratna menyoroti tantangan besar yang dihadapi Indonesia untuk mencapainya. Ia menekankan pentingnya memulai langkah sejak sekarang, meskipun target masih puluhan tahun ke depan.
"Jika dihitung, 2060 memang terasa lama. Tapi kalau dipikirkan aksi dan regulasi yang harus kita siapkan, waktu itu sebenarnya sangat singkat," ujarnya.
Baca Juga: Ratna Juwita: Perdagangan Karbon Kunci Pembiayaan Hijau Indonesia
Ratna menegaskan bahwa regulasi terkait energi terbarukan di Indonesia masih kurang. Padahal, langkah ini menjadi fondasi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca secara signifikan.
"Untuk mengembangkan energi terbarukan, kita belum memiliki regulasi yang memadai. Ini hal mendasar yang harus segera disiapkan," katanya.
Ia juga mengungkapkan diskusi bersama Kementerian Keuangan mengenai kebutuhan dana untuk mencapai NZE. Menurutnya, Indonesia memerlukan Rp28,4 ribu triliun, setara dengan delapan tahun lebih anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
Baca Juga: Komisi XII DPR RI: Optimalisasi Perolehan Daerah dari Sektor Migas Harus Ditingkatkan
"Apa mungkin dalam 8,5 tahun kita tidak belanja apa-apa kecuali untuk menyiapkan NZE? Padahal, APBN kita sekarang sudah terbebani utang dan bunga yang harus dibayar," tambahnya.
Ratna juga menyoroti peran penting generasi muda dalam upaya ini. Ia mengajak anak muda untuk ikut mengambil bagian dalam menciptakan solusi dan inovasi menuju keberlanjutan lingkungan.
"Dukungan generasi muda sangat diperlukan. Langkah kecil hari ini adalah fondasi bagi masa depan Indonesia yang lebih hijau," tutupnya (*).
Editor : Redaksi