PPSDS Jatim: Penyembuhan Sapi dari PMK Mendahulukan Kepentingan Perusahaan Besar

oleh : -
PPSDS Jatim: Penyembuhan Sapi dari PMK Mendahulukan Kepentingan Perusahaan Besar
Ketua PPSDS Jatim, Muthowif

Jatimupdate.id - Kebijakan pemerintah dalam proses penyembuhan sapi dari wabah PMK masih mendahulukan kepentingan perusahaan-perusahaan besar.

Begitu kata Ketua Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar (PPSDS) Jawa Timur, Muthowif melalui keterangan tertulisnya kepada Jatimupdate.id

"Berdasarkan informasi yang kami terima, vaksin sapi sudah mencapai 92% dosis, tinggal 8% yang belum divaksin." ungkap Muthowif.

Namun, sesal Dosen Politik Unipra Surabaya tersebut, prioritas yang divaksin adalah sapi susu perah, bukan sapi potong milik peternak kecil.

"Kalau informasi ini benar, dapat kita pahami kebijakan pemerintah dalam proses penyembuhan sapi dari wabah PMK tersebut, masih mendahulukan kepentingan perusahaan besar yang berbahan dasar susu dari sapi, daripada menyelamatkan para peternak kecil yang memelihara sapi potong kurang dari 10 ekor." beber Muthowif.

Hal ini menurut Muthowif, kontra dengan pasar tradisional, yang mana pasokan sapi siap potong menjadi daging berasal dari peternak kecil yang memelihara 10 ekor.

Dengan didahulukannya sapi susu yang divaksin, banyak sapi milik peternak yang dijual dalam kondisi terpaksa untuk dipotong dengan harga lebih murah. Maka, Kondisi psikologis peternak, sambung Muthowif sangat menghawatirkan, peternak trauma untuk memelihara sapi potong.

"Padahal untuk memenuhi kebutuhan sapi siap potong, baik masyarakat Jawa timur maupun diluar Jawa timur, berasal dari sapi peternak kecil bukan dari penggemukan yang sapi bakalannya didatangkan dari negara penghasil sapi bakalan." keluh Mantan Pengurus Koordinator Cabang PMII Jatim ini.

Secara umum, tambah Muthowif, dalam satu tahun ada tiga kebutuhan sapi siap potong. Pertama kebutuhan sapi siap potong untuk harian, kedua kebutuhan sapi siap potong pada saat menjelang dan Hari Raya Idul Fitri dan ketiga kebutuhan sapi siap potong pada saat Idul Adha.

"Pada Idhul Adha tahun 2022, kebutuhan sapi siap potong tidak sebanyak pada saat kondisi tidak ada PMK, namun kondisi harga sapi siap potong untuk kebutuhan kurban masih mahal, dan akan berdampak pada harga sapi siap potong untuk kebutuhan harian." demikian tandas Muthowif