Ngeri, Komisi B Desak Bapenda Monitoring Resto di Tunjungan Romansa

oleh : -
Ngeri, Komisi B Desak Bapenda Monitoring Resto di Tunjungan Romansa
Anas Karno saat menunjukkan struk transaksi/Foto:Roy

Jatimupdate.id - Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Anas Karno menyoroti dugaan atau temuan pemberlakuan pajak resto atau outlet di Tunjungan Romansa yang kurang merata.

Atas temuan tersebut, ia mendesak agar Bapenda melakukan monitoring ke tiap outlet maupun resto yang ada di Jalan Tunjungan tersebut.

"Ini juga harus ditindaklanjuti oleh Bappeda," seru Anas

Di samping itu, Anas meminta agar resto atau outlet melakukan transparansi dengan mencantumkan nilai pajak di struk pembayaran. "Sebenarnya yang bayar pajak adalah konsumen, dan pihak resto hanya meneruskan ke kantor pajak atau Kasda sebagai uang titipan." ujar Anas

Anas menegaskan, Tunjungan Romansa merupakan proyek percontohan di Kota Pahlawan. Harusnya pemilik resto dan outlet lebih tertib melakukan kewajiban membayar pajak. Untuk meningkatkan PAD kota pahlawan ini

"Artinya potensi pajak ini sebenarnya cukup besar peluangnya, tetapi harus betul-betul turun, diteliti, dicek atau monitoring. Sebagai bahan masukan PAD, kalau ini tidak masuk berarti lolos atau hilang." ketus Anas.

Sementara, Bappeda tambah Anas, segera mensosialisasikan bagi resto-resto yang memang belum melakukan kewajibannya. Melalui arahan beberapa kali.

Namun, bila mereka mengindahkan. Maka harus di sanksi, baik denda maupun penutupan. "Ini berpengaruh dengan PAD, karena resto atau outlet itu cukup besar. Dan memang hukumnya wajib bayar pajak itu. Apalagi pandemi sudah turun. Maka PAD harus digenjot, salah satunya sektor ini." papar Anas.