Riyono Usul Konsumsi Ikan Nasional Digenjot Tekan Stunting

Reporter : -
Riyono Usul Konsumsi Ikan Nasional Digenjot Tekan Stunting
Anggota Komisi IV DPR RI, Riyono

Jakarta, JatimUPdate.id – Anggota Komisi IV DPR RI, Riyono, mengusulkan percepatan peningkatan konsumsi ikan nasional sebagai langkah strategis untuk menekan angka stunting di Indonesia. Menurutnya, konsumsi ikan yang lebih tinggi dapat menjadi solusi gizi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama bagi masyarakat pesisir.

“Ikan kaya protein dan Omega 3, sangat bermanfaat untuk perkembangan anak. Dengan meningkatkan konsumsi ikan, kita bisa menurunkan stunting secara signifikan,” ungkap Riyono dalam pernyataannya, Rabu (4/12).

Baca Juga: Musda VI PKS Surabaya Tekankan Kolaborasi Bangun Kota Pahlawan

Saat ini, angka konsumsi ikan nasional tercatat mencapai 55 kilogram per kapita per tahun. Riyono menargetkan peningkatan menjadi 80 kilogram per kapita seperti Malaysia, atau bahkan 100 kilogram seperti Jepang. Target tersebut, kata Riyono, akan berdampak besar pada kualitas gizi masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya gerakan "One Day One Fish" untuk memastikan setiap keluarga Indonesia mengonsumsi ikan setiap hari. “Program ini relevan untuk membantu keluarga Indonesia memenuhi kebutuhan gizi harian, terutama ibu hamil dan anak-anak,” jelasnya.

Riyono menjelaskan, konsumsi ikan secara masif akan menciptakan permintaan yang tinggi, sehingga memberikan dampak ekonomi bagi nelayan. “Jika setiap orang mengonsumsi ikan setiap hari, kita membutuhkan sekitar 13 juta ton ikan per tahun. Ini akan memberikan peluang besar bagi nelayan untuk meningkatkan penghasilannya,” katanya.

Potensi ekonomi dari gerakan ini juga dinilai signifikan. Dengan harga rata-rata Rp5.000 per kilogram, total nilai ekonomi bisa mencapai Rp780 miliar per tahun. “Ini belum termasuk efek berantai pada sektor perikanan lainnya, seperti pengolahan dan distribusi,” tambah Riyono.

Baca Juga: M Frimainto Utomo Nahkodai DPD PKS Surabaya Periode 2025-2030

Lebih jauh, ia juga mendorong pemerintah untuk memberikan perhatian lebih kepada nelayan sebagai penyokong utama program ini. “Nelayan harus diberi fasilitas dan perlindungan yang memadai agar produktivitas mereka meningkat,” ujarnya.

Program ini, menurut Riyono, merupakan solusi integratif untuk menekan stunting sekaligus memberantas kemiskinan ekstrem di wilayah pesisir. “Kesejahteraan nelayan meningkat, generasi bebas stunting tercapai,” katanya.

Ia juga merekomendasikan jenis ikan bernutrisi tinggi seperti tuna, salmon, nila, gabus, dan lele untuk dikonsumsi masyarakat. “Jenis-jenis ini mudah didapat, murah, dan kaya nutrisi,” imbuhnya.

Baca Juga: Upacara HUT RI, PKS Surabaya Ingatkan Makna Kemerdekaan dan Kesejahteraan

Riyono berharap program ini didukung penuh oleh pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat luas. “Kolaborasi adalah kunci keberhasilan program ini. Kita butuh komitmen bersama untuk memastikan gerakan ini berjalan,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan gerakan ini akan menjadi tonggak penting dalam pembangunan sumber daya manusia berkualitas di Indonesia. “Gerakan ini bukan hanya tentang stunting, tetapi juga tentang masa depan bangsa. Generasi sehat, produktif, dan cerdas akan membawa Indonesia menuju kejayaan 2045,” tutup Riyono.

Dengan fokus pada konsumsi ikan sebagai solusi gizi dan ekonomi, program ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera (RED).

Editor : Redaksi