AHY Wisudawan Doktoral Terbaik Unair Desember 2024
Surabaya, JatimUPdate.id, – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah RI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), kembali mencetak sejarah dalam perjalanan karier dan pendidikannya. Pada prosesi wisuda ke-245 Universitas Airlangga (Unair) yang digelar di Airlangga Convention Center (ACC), Minggu (22/12), AHY resmi menyandang gelar Doktor dengan predikat cum laude. Lebih dari itu, ia juga dinobatkan sebagai wisudawan terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,94 pada program doktoral Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM).
Prosesi wisuda ini menjadi momen yang sangat istimewa bagi AHY. Sebagai wisudawan terbaik, ia mendapat kehormatan untuk menyampaikan pidato di hadapan lebih dari 900 wisudawan lainnya serta para civitas akademika Unair. Dalam pidatonya, AHY mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya.
Baca Juga: Dukung Strategi Pertumbuhan-Pemerataan Ekonomi Presiden Prabowo, AHY Beberkan 5 Pilar Ekonomi Baru
"Ini momen yang sangat membanggakan, tidak hanya bagi saya tetapi juga keluarga. Saya percaya gelar ini adalah amanah untuk terus berkontribusi, baik dalam kapasitas saya sebagai Menteri Koordinator maupun sebagai individu yang ingin membawa perubahan positif," ujar AHY.
Dalam pidatonya, AHY menyoroti pentingnya peran Indonesia dalam dinamika global. Sebagai negara dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, Indonesia, menurut AHY, harus mampu bersaing di kancah internasional, terutama dalam menghadapi tantangan kawasan Indo-Pasifik.
"Indonesia tidak hanya harus bertahan, tetapi juga harus menjadi pemain utama dengan daya saing yang tinggi. Dalam 20 tahun ke depan, menuju Indonesia Emas 2045, generasi muda kita harus menjadi tulang punggung bangsa. Pendidikan berkualitas dan peningkatan sumber daya manusia menjadi kunci," tegasnya.
AHY juga membagikan perjalanannya dalam dunia pendidikan. Dari seorang perwira militer dengan 16 tahun pengalaman di TNI, AHY melangkah ke dunia politik. Namun, ia merasa masih memerlukan fondasi akademik yang kuat, sehingga memutuskan untuk melanjutkan studi doktoral di Unair.
"Keputusan untuk belajar di Unair adalah salah satu keputusan terbaik yang pernah saya buat. Kampus ini tidak hanya membekali saya dengan ilmu, tetapi juga memperluas perspektif saya dalam melayani masyarakat dan bangsa," katanya.
Gelar doktor ini, lanjut AHY, akan ia manfaatkan untuk memperkuat kebijakan strategis di bidang infrastruktur dan pengembangan wilayah. "Saya berkomitmen mendukung Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan kemandirian pangan, energi, dan hilirisasi industri. Semuanya berakar pada pengembangan sumber daya manusia yang unggul," paparnya.
Baca Juga: Pastikan Huntara dan Infrastruktur Pel- Das Pascabencana, Hari Ini Menko AHY Kembali ke Aceh Tamiang
Rektor Unair, Prof. M. Nasih, dalam sambutannya menekankan pentingnya kombinasi antara kecerdasan akademik dan moralitas.
"Prestasi tanpa moralitas adalah nol. Kami berharap semua lulusan Unair mengingat nilai-nilai HEBAT: Humble, Excellent, Brave, Agile, dan Transcendent," ujarnya.
Sementara itu, Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur terpilih pada Pilkada 2024 sekaligus Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur, mengungkapkan rasa bangganya.
“Beliau adalah sosok yang luar biasa, baik secara akademik maupun profesional. Kehadirannya di Unair sebagai almamater menunjukkan betapa tingginya kepercayaan terhadap kampus ini sebagai tempat melahirkan pemimpin bangsa,” ujar Emil.
Baca Juga: Menko AHY Dampingi Presiden di IKN, Dorong Pengembangan Smart City Berkelanjutan
Emil juga menambahkan, gelar Doktor yang diraih AHY akan menjadi modal besar dalam merumuskan kebijakan yang lebih teknokratis sekaligus aplikatif, sehingga dapat langsung menjawab kebutuhan masyarakat.
Keberhasilan AHY meraih gelar doktor ini tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga simbol kolaborasi antara dunia akademik dan politik. Dengan bekal ilmu pengetahuan yang ia peroleh, AHY diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang strategis, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.DPR)
Editor : Redaksi