Dewan Kota: Dengan KIA Kasus Kekerasan Anak Tidak Terjadi Lagi

oleh : -
Dewan Kota: Dengan KIA Kasus Kekerasan Anak Tidak Terjadi Lagi
Cahyo Siswo Utomo (jaket orange) saat meninjau layanan KIA di Balai Pemuda

Jatimupdate.id - Cahyo Siswo Utomo, Anggota Komisi D mengapresiasi dan menyambut positif Kartu Identitas Anak (KIA), yang progresnya sudah mencapai 48 persen. Menurutnya, angka tersebut kian meningkat, dengan rincian sebanyak 377 ribu anak sudah memiliki KIA dari total 775 ribu anak.

"Capaian yang patut diapresiasi, karena melebihi target capaian dari pusat. Dan kami terus mendorong agar capaian bisa 100 persen," kata politisi PKS ini.

Selain menunjang identitas bagi anak berusia di bawah 17 tahun, KIA berfungsi sebagai alat pembayaran digital.

Namun sambung Cahyo, yang lebih penting, KIA dapat memberikan jaminan perlindungan anak-anak di Kota Pahlawan ini.

"Di mana tingginya kasus kekerasan terhadap anak saat ini, maka dengan adanya KIA, harapannya semua anak di Surabaya bisa mendapat perlindungan dari pemkot," ucapnya.

Di samping itu, Cahyo juga menyatakan apresiasinya lantaran Kota Surabaya belum lama ini menyabet penghargaan Kota Layak Anak (KLA) Kategori Utama dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI.

"Surabaya mendapat predikat kota layak anak untuk ke sekian kalinya. Ini sebagai hadiah yang patut disyukuri. Kita berharap, dengan apa yang sudah dicapai dan yang akan dilakukan, ke depan kasus kekerasan terhadap anak tidak terjadi lagi di Surabaya," beber Ketua Fraksi PKS ini.

Dia lantas mengimbau kepada tiap warga untuk memiliki kartu identitas. KTP untuk penduduk usia 17 tahun ke atas, dan KIA untuk anak di bawah usia 17 tahun. "Harus memiliki karena KIA ini sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kota Surabaya dalam melindungi anak-anak di Surabaya," tandasnya.