Surabaya, JatimUPdate.id - ,Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Josiah Micahel buka suara terkait rencana utang Pemkot sebesar Rp 5,6 T untuk pembangunan infrastruktur di kota Pahlawan.
Josiah menganggap langkah tersebut memiliki sisi positif selama manfaatnya lebih besar daripada mudaratnya.
Baca juga: LKPJ Wali Kota 2025, DPRD Soroti Ketahanan Pangan hingga Sampah
“Kalau ada utang itu menurut saya malah lebih baik, asalkan digunakan untuk kepentingan masyarakat. Misalnya proyek jalan lingkar. Kalau itu tidak segera dilaksanakan, dampaknya besar: kemacetan, bahan bakar boros, hingga emisi karbon yang meningkat. Proyek ini kan punya dampak domino positif,” kata Bro Michael panggilan akrabnya, Kamis (30/1).
Namun, ia mengingatkan Pemkot masih punya tunggakan kepada kontraktor yang belum diselesaikan.
Baca juga: Komisi D Usul Skema Khusus SPMB, Wilayah Padat Penduduk Minim SMP Negeri
“Sebelum ada proyek baru, yang lama harus dilunasi dulu. Harus ada skala prioritas,” tegas Bro Michael.
Maka dari itu, Bro Micahel menekankan Pemkot juga menerapkan skala prioritas dalam menyelesaikan utang.
Baca juga: Penataan Pasar Unggas, Pedagang: Ruang Penataan Banyak, Tak Harus Jauh dari Basis Pasar
Pasalnya sebut dia, pembayaran utang kepada kontraktor tidak hanya berdampak pada kelancaran proyek, tetapi juga pada kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola keuangan daerah.
“Enggak ada langkah khusus, hanya penerapan skala prioritas saja. Yang lama dilunasi dulu sebelum merencanakan yang baru. Itu kuncinya,” demikian Josiah Michael. (Roy)
Editor : Miftahul Rachman