Surabaya, JatimUPdate.id - Aliansi Madura Indonesia (AMI) menggelar audensi dengan Pertamina Regional Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, menyikapi temuan oli palsu yang beredar di Jawa Timur, salah satunya yang diduga dilakukan oleh distributor di Lamongan.
Ketua Umum AMI Baihaki Akbar mempertanyakan, langkah kongkret Pertamina memberantas oli palsu. Perusahaan pelat merah tersebut hanya dianggap gencar melakukan sosialisas.
Baca juga: Riza Chalid, Bagaimana Konstruksi Hukumnya
"Kami sangat kecewa dengan pihak Pertamina, karena jika memang ada satu bukti saja Pertamina melakukan langkah menempuh jalur hukum atas permasalahan ini, saya pastikan oknum yang berani memalsukan oli palsu ini akan tidak berani mengolahnya lagi," kata Baihaki melalui rilis resmi AMI yang diterima Selasa (4/2).
Fany Humas Regional Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, mengaku baru mendengar terkait peredaran oli palsu tersebut.
Baca juga: Aliansi Madura Indonesia Gelontorkan 2.000 Paket Sembako di depan Gedung Negara Grahadi
Padahal tegas dia, Pertamina gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih jeli saat membeli oli.
"Kami baru mendengar permasalahan ini, untuk itu kita akan melaporkan permasalahan ke atasan, untuk sample yang diberikan kepada kami ini, terindikasi palsu karena di dalam barcode yang tertera nomornya semuanya sama, untuk itu kita akan lebih mendalami permasalahan ini dengan mengambilnya untuk kita lakukan pengujian lebih lanjut," ujar Fany.
Baca juga: Soal Program Revitalisasi Sekolah di Madura, Ini Respons Aliansi Madura Indonesia
Dalam audensi tersebut AMI memberikan sample 24 botol oli palsu yang didapatkan dari hasil pembelian di salah satu toko distributor terbesar di Lamongan. (Roy)
Editor : Yuris. T. Hidayat