Surabaya, JatimUPdate.id - Anggota Komisi D DPRD Surabaya William Wirakusuma menegakan, Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) Afirmasi harus memprioritaskan warga miskin.
William Wirakusuma menyebutkan, warga berpenghasilan rendah (MBR) atau keluarga miskin di Surabaya harus diberi akses yang lebih mudah untuk masuk sekolah negeri.
Baca juga: LKPJ Wali Kota 2025, DPRD Soroti Ketahanan Pangan hingga Sampah
"Kasihan kalau mereka tidak bisa sekolah atau harus menempuh sekolah yang jauh dari rumah. Biaya transportasi juga jadi kendala," ujar William, Jum'at (7/2)
Ia mengusulkan pihak sekolah lebih proaktif dalam pendataan. Misalnya, saat siswa kelas 6 SD sekolah negeri bisa memberikan formulir ke orang tua.
Baca juga: Komisi D Usul Skema Khusus SPMB, Wilayah Padat Penduduk Minim SMP Negeri
Menurut William, sistem ini tidak hanya memudahkan orang tua, tetapi juga memberi gambaran jelas jumlah siswa yang membutuhkan jalur afirmasi.
"Apakah mau melanjutkan ke SMP negeri yang dekat rumahnya? Jadi, bukan orang tua yang repot mencari, tapi sekolah yang mendatam Dengan begitu, pemerintah kota bisa menghitung jumlah siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri untuk dialokasikan beasiswa dari APBD," tambahnya.
Baca juga: Penataan Pasar Unggas, Pedagang: Ruang Penataan Banyak, Tak Harus Jauh dari Basis PasarĀ
Ia juga menyoroti perlunya kejelasan teknis dari pemerintah pusat. Legislator PSI ini pun pemerintah segera menuntaskan juknisnya agar memudahkan sekolah.
"Kan baru ada kisi-kisi empat jalur itu. Tapi juknisnya belum turun. Kalau sekolah dari awal sudah tahu siapa saja yang masuk negeri dan siapa yang tidak, prosesnya bisa lebih efisien. Jalur afirmasi ini memang penting. Mereka yang dari keluarga miskin harus diprioritaskan," demikian William Wirakusuma. (Roy)
Editor : Miftahul Rachman