Surabaya, JatimUPdate.id, - Ribuan jamaah Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) memadati Jatim Expo Surabaya untuk menghadiri acara sholawat bersama Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf, Selasa (12/2). Dalam kesempatan istimewa ini, As Syaikh As Sayyid Afeefuddin Al Jailani, cicit dari Syekh Abdul Qadir Al Jailani, memberikan ijazah manaqib kepada para jamaah sebagai bentuk penghargaan atas kecintaan mereka dalam membaca manaqib di berbagai pengajian yang tersebar di Indonesia.
Sebagai pemangku tarekat Alqadiriyah dari Baghdad, Syekh Afeefuddin menegaskan bahwa ijazah ini adalah anugerah bagi Muslimat NU yang terus menjaga tradisi keagamaan dan mempererat hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Baca juga: Pemeriksaan Gubernur Jatim oleh Jaksa KPK di PN Tipikor Surabaya Batal Digelar
Dalam sambutannya, Syekh Afeefuddin mengingatkan bahwa cinta adalah unsur utama dalam kehidupan manusia. Ia menegaskan bahwa meskipun di Jawa Timur dan Indonesia terdapat banyak pabrik yang memproduksi berbagai barang, cinta tidak bisa dibuat di pabrik.
"Cinta adalah karunia Allah yang hadir dalam hati manusia. Ia merekatkan persaudaraan, mempererat hubungan sesama, dan memperdalam ikatan manusia dengan Sang Pencipta," ujarnya.
Lebih dari sekadar pertemuan keagamaan, acara ini menjadi bukti bahwa Muslimat NU memiliki daya tarik yang melampaui batas geografis. Tak hanya jamaah dari berbagai daerah di Indonesia, banyak pula yang datang dari luar negeri untuk mengikuti majelis ilmu ini.
"Terima kasih emak-emak. Kehadiran kita di sini adalah bentuk hidayah dari Allah. Ini adalah tanda cinta-Nya kepada kita," tambahnya.
Ia juga mengingatkan bahwa di tengah dunia yang dipenuhi kemaksiatan, mereka yang hadir dalam majelis ini harus bersyukur karena telah dipilih oleh Allah untuk tetap dalam ketaatan.
Baca juga: Gelar Rakorda: Pordi Jawa Timur Mantapkan Arah Program Organisasi Tahun 2026
Di penghujung acara, Syekh Afeefuddin memberikan kiswah dari makam Syekh Abdul Qadir Al Jailani di Baghdad kepada Khofifah Indar Parawansa. Ini menjadi kali kedua dirinya menghadiahkan kiswah kepada Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024 tersebut.
Khofifah mengungkapkan rasa haru atas pemberian ini, terlebih kiswah tersebut baru saja diganti dalam peringatan haul Syekh Abdul Qadir Al Jailani beberapa bulan yang lalu.
"Kiswah ini hanya diganti setahun sekali, dan menerima ini adalah kebahagiaan sekaligus kehormatan bagi kita semua. Ini membuktikan betapa eratnya hubungan spiritual antara Indonesia dan Baghdad," ujar Khofifah.
Baca juga: Khofifah: Jawa Timur Terus Menguat sebagai Magnet Wisata Nusantara dan Mancanegara
Ia juga menekankan bahwa keteladanan Syekh Abdul Qadir Al Jailani tidak hanya tentang cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, tetapi juga tentang kesalehan sosial.
"Selama 900 tahun, ajaran beliau tentang kepedulian sosial, terutama memberi makan fakir miskin, tetap lestari. Bahkan, saat saya berbincang dengan Presiden Prabowo, beliau pun mengakui pernah berkunjung ke makam beliau di Baghdad," pungkasnya.
Acara ini bukan hanya menjadi momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai persaudaraan, toleransi, dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari. (DPR)
Editor : Redaksi