Surabaya, JatimUPdate.id – Ketua Fraksi PKB DPRD Surabaya, Tubagus Lukman Amin, menyoroti operasi ketertiban umum (trantibum) yang digencarkan Pemkot Surabaya jelang Ramadan 2025.
Ia menegaskan, penertiban tidak hanya sebatas perang sarung atau trek-trekan, tetapi juga harus menyentuh akar masalah peredaran minuman beralkohol (mihol).
Baca juga: Reses di Pandean, Buleks Disambati Layanan BPJS dan Command Center 112
"Jelang Ramadan, operasi trantibum memang harus dilakukan untuk mencegah gangguan keamanan seperti tawuran atau perang sarung. Tapi kita juga harus melihat sumber permasalahannya. Peredaran mihol di Surabaya ini begitu marak, seolah tak bisa dikendalikan," kata Tubagus, Rabu (26/2).
Menurutnya, konsumsi alkohol menjadi pemicu utama berbagai gangguan keamanan dan ketertiban di masyarakat.
Maka dari itu, ia meminta Satpol PP tidak hanya fokus pada penertiban gangguan jalanan, tetapi juga mengendalikan distribusi mihol yang semakin tak terkendali.
Baca juga: Respons Deklarasi Disabilitas, Fathoni: RS Pemkot Harus Punya Penerjemah Tuna Rungu
"Saya minta Satpol PP tak hanya fokus pada perang sarung atau trek-trekan, tetapi juga melakukan operasi penertiban mihol. Ini penting karena berpengaruh pada kesadaran masyarakat dan ketertiban umum," demikian Tubagus Lukman Amin.
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Satpol PP Kota Surabaya menggencarkan patroli untuk mengantisipasi adanya gangguan ketentraman dan ketertiban umum (trantibum), baik sebelum atau selama Bulan Ramadan 2025.
Baca juga: Reses di Gundih, Zuhrotul Mar’ah Serap Keluhan BPJS hingga Anak Putus Sekolah
Kepala Satpol PP Kota Surabaya, M. Fikser mengatakan, patroli tersebut dilakukan secara rutin dan menyisir lokasi-lokasi yang rawan akan gangguan trantibum.
“Gangguan yang sering terjadi saat Bulan Ramadan, biasanya perang sarung dan tawuran. Lokasinya biasanya di bawah Jembatan Suramadu, Jalan Kenjeran, Jalan Kapas Madya, Jalan Ir. Soekarno, di dekat TPU Rangkah, serta Jalan Ngaglik,” kata Fikser, Kamis (20/2). (Roy)
Editor : Miftahul Rachman