Surabaya, JatimUPdate.id – Insiden pengusiran wartawan saat meliput hearing di ruang Komisi B DPRD Surabaya menuai reaksi keras dari Ketua Pokja Jurnalis Dewan Kota Surabaya (JUDES) Indonesia, Inyong Maulana.
Menurutnya, jurnalis yang bertugas di lingkungan DPRD Surabaya selama ini telah menjalin kemitraan baik dengan berbagai pihak.
Baca juga: Reses di Pandean, Buleks Disambati Layanan BPJS dan Command Center 112
“Kami paham aturan main, dan rekan-rekan JUDES juga sudah dibekali SOP yang jelas, termasuk soal rapat tertutup,” katanya, Selasa (4/3)
Inyong menegaskan, jika memang rapat bersifat tertutup, harus ada pemberitahuan sejak awal.
Baca juga: Respons Deklarasi Disabilitas, Fathoni: RS Pemkot Harus Punya Penerjemah Tuna Rungu
“Kalau sejak awal sudah diberi tahu, pasti teman-teman tidak akan masuk. Tapi kalau awalnya terbuka lalu tiba-tiba ada pengusiran, ini yang disayangkan,” bebernya
Ia juga menyoroti aspek etika dalam kejadian ini. “Jurnalis yang tergabung di JUDES sudah dibekali pemahaman untuk selalu menjaga etika dan kondusifitas. Jadi kalau sampai ada pengusiran, ini patut dipertanyakan,” imbuhnya.
Baca juga: Reses di Gundih, Zuhrotul Mar’ah Serap Keluhan BPJS hingga Anak Putus Sekolah
Inyong meminta unsur pimpinan DPRD Surabaya mengevaluasi kejadian ini agar tidak menjadi kebiasaan.
“Jangan sampai ada preseden buruk di kemudian hari. Wartawan itu mitra, bukan musuh,” pungkasnya. (roy)
Editor : Yuris. T. Hidayat