Jakarta, JatimUPdate.id : Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kapolri, telah melakukan rotasi dan mutasi besar-besaran terhadap 10 Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) sebagai bagian dari upaya penyegaran organisasi.
Baca juga: SRC Apresiasi Hasil Rapat Komisi III DPR–Kapolri Terkait Revisi UU Polri
Mutasi tersebut tertuang dalam enam Surat Telegram Kapolri dengan nomor ST/488/III/KEP./2025 hingga ST/493/III/KEP./2025, yang diterbitkan pada 12 Maret 2025.
Hal ini dikonfirmasi oleh Irjen Sandi Nugroho, Kadiv Humas Polri.
Mutasi ini mencakup 1.255 personel Polri, termasuk di dalamnya perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen), dengan tujuan untuk meningkatkan profesionalisme dan efektivitas kinerja di berbagai lini.
Irjen Sandi Nugroho menyatakan, "Mutasi ini merupakan hal yang wajar dalam dinamika organisasi Polri. Selain sebagai penyegaran, ini juga bagian dari pembinaan karier untuk meningkatkan profesionalisme anggota."
Di antara perubahan yang signifikan, Irjen Nanang Avianto ditunjuk sebagai Kapolda Jawa Timur, menggantikan Komjen Imam Sugianto yang kini menjabat sebagai Asisten Utama Bidang Operasi.
Selain itu, Irjen Yudhiawan Wibisono dari Kapolda Sulawesi Selatan akan dimutasi sebagai Pati Bareskrim untuk penugasan di Kementerian Kesehatan, dan posisinya akan diisi oleh Irjen Rusdi Hartono.
Mutasi ini berlaku mulai 12 Maret 2025 dan mencakup berbagai daerah di Indonesia.
Beberapa perubahan posisi lainnya termasuk pengangkatan Irjen Anwar sebagai Asisten SDM Kapolri dan Brigjen Mardiyono sebagai Kapolda Bengkulu.
Rotasi dan mutasi ini dianggap penting untuk memperkuat kelembagaan Polri dan meningkatkan respons terhadap tantangan keamanan yang terus berkembang.
Dengan adanya perubahan ini, diharapkan organisasi Polri dapat lebih efektif dalam menjalankan tugasnya.
Proses mutasi ini dilakukan melalui enam surat telegram yang merinci pergeseran jabatan dan pengangkatan baru.
Baca juga: Reformasi Polri: Paradoks Cinta dan Benci Masyarakat terhadap Polri
Dari total 1.255 personel yang dimutasi, sebanyak 881 personel mendapatkan promosi jabatan.
Ini mencerminkan komitmen Polri dalam memberikan ruang bagi anggotanya untuk berkembang, termasuk 57 polisi wanita (Polwan) yang juga mendapatkan promosi, dengan 10 di antaranya kini menjabat sebagai Kapolres.
Mutasi besar-besaran ini mencerminkan langkah strategis Polri dalam memperkuat organisasi dan meningkatkan efektivitas kinerja.
Dengan adanya perubahan ini, diharapkan Polri dapat terus beradaptasi dan responsif terhadap tantangan keamanan di masa depan. (ken/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat