Gresik, JatimUPdate.id – Gerakan Penolak Lupa (Gepal) menggelar kegiatan Bagi-bagi Takjil Berkarakter dan buka bersama lintas organisasi untuk keenam kalinya, pada Minggu (23/03/2025).
Baca juga: Progres Sekolah Rakyat Gresik Tembus 27 Persen, Ditargetkan Beroperasi Tahun Ajaran 2026/2027
Tahun ini, acara tersebut mengusung tema "Gresik Lebih Maju: Antara Harapan dan Kenyataan?"
Ketua Gepal, Abdul Wahab, menjelaskan bahwa tema ini diangkat sebagai bentuk respons terhadap slogan yang digaungkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Gresik.
Menurutnya, di tengah berbagai harapan untuk kemajuan daerah, masih banyak persoalan yang perlu mendapat perhatian serius.
Kegiatan ini juga menjadi penutup rangkaian "Sahur On The Road", sebuah agenda berbagi sahur yang telah berlangsung selama tiga minggu sepanjang bulan Ramadan.
Dalam diskusi yang digelar, beberapa isu utama menjadi sorotan, di antaranya:
1. Masih Tingginya angka pengangguran terbuka di Gresik.
Baca juga: STMJ Bang Taufik, Cita Rasa Khas Timur Tengah, Resep Tradisi Terjaga Hingga Generasi Ketiga
2. Biaya pendidikan yang masih mahal
3. Masih Minimnya layanan infrastruktur publik yang memadai, termasuk akses jalan, akses atas sanitasi, akses atas air minum, banjir dll .
4. Kurangnya ruang publik dan ruang terbuka hijau.
5. Masih carut marutnya penataan PKL.
Baca juga: Milad ke-94, Yayasan Darul Islam Gresik Ajak Seluruh Elemen “Bergerak Bersama, Saling Menguatkan”
6. Masih carut marutnya penataan dan perlindungan hukum atas pengelolaan parkir tepi jalan umum dan tempat khusus parkir
Sebagai tindak lanjut, Gepal, berencana melakukan follow-up pasca-Lebaran dengan menyusun rekomendasi yang akan disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Gresik.
"Kami berharap rekomendasi ini bisa menjadi masukan konstruktif bagi pemerintah dalam mewujudkan Gresik yang lebih maju dan berpihak pada masyarakat," pungkas Abdul Wahab. (anang/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat