Surabaya,JatimUPdate.id - Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya Yusuf Masruh mengatakan, penambahan tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk menjaga keseimbangan daya tampung populasi.
Yusuf menegaskan keseimbangan ini harus diperhitungkan dengan baik agar biaya tidak membengkak.
Baca juga: Disorot Presiden AMI Tantang Pemkot Surabaya Klarifikasi Status Rumah Radio Bung Tomo
"Kalau keseimbangan populasi tidak diperhitungkan, nanti kosnya lebih mahal. Kalau bikin SMP itu 2-3 tahun, 4 tahun, tidak ada siswanya kan eman," kata Yusuf, Minggu (30/3).
Yusuf menjelaskan, perkembangan situasi di suatu lingkungan juga menjadi faktor penting dalam membangunan gedung sekolah baru.
Misalnya sebut Yusuf, di lingkungan perumahan atau kawasan industri menjadi pertimbangan sebelum mendirikannya.
"Harapannya, pertumbuhan lingkungan nanti tak kalah pesatnya dengan sekolahnya. Karena sekolah ini juga berkaitan dengan psikologis anak," katanya.
Baca juga: Anggaran Rp191 Miliar, Pemkot Surabaya Koordinasikan Beasiswa Pemuda Tangguh
Menurut Yusuf, interaksi anak-anak dengan orang dewasa yang lebih banyak dapat mempercepat kedewasaan mereka.
Hal ini tambah dia, menjadi salah satu pertimbangan dalam pembangunan sekolah. Selain itu, keseimbangan antara sekolah negeri dan swasta juga harus diperhatikan.
"Ini yang tadi kami sampaikan, keseimbangan antara negeri dan swasta harus dijaga," ujarnya.
Baca juga: Polemik Beasiswa Pemuda Tangguh, Disbudporapar Akui Kebijakan Berubah
Yusuf menejalaskan, saat ini, tiga SMP yang dalam tahap perencanaan berlokasi di Warung Gunung, Tambak Wadi, dan Medokan.
"Kita sudah mulai prosesnya di tiga lokasi itu," demikian Yusuf Masruh. (Roy)
Editor : Miftahul Rachman