Mengenang Sejarawan HMI Agussalim Sitompul

Reporter : Shofa
Agussalim Sitompul bersama Dwiki Setiyawan, foto kenangan saat hadir di Munas Kahmi 2012 di Pekanbaru.


.
Oleh Dwiki Setiyawan

Mantan Direktur Lembaga Pers Mahasiswa Islam Periode 1997-1999
.

Baca juga: Peringati Milad ke-79, Kader dan Alumni HMI Lamongan Tanam Mangrove di Pantai Kandangsemangkon

Jakarta, JatimUPdate.id : Tulisan ini diperoleh redaksi JatimUPdate.id dari pantau di sejumlah grup wa alumni HMI. Figur Agussalim Sitompul adalah salah satu alumni HMI yang secara khusus menulis jejak historis organisasi HMI dengan sangat teliti, bahkan saat beliau masih hidup, akan selalu hadir di ajanh Arena Kongres HMI guna merekam kejadian dan hal tersebut akan didokumentasikan dengan apik.

Dipastikan peristiwa di Kongres tersebut dan selama kepengurusan periode itu akan direkam kemudian dicetak dan diedarkan pada ajang Kongres HMI berikutnya.

Secara intelektual, Agussalim Sitompul sempat berpolemik keras saat seorang Pendeta dengan sangat akademik melakukan riset dan menulisnya dalam sebuah karya ilmiah Disertasi dan diujikan di salah satu universitas di Amerika Serikat, yaitu Hartford Seminary Foundation, Hartford, Connecticut, AS.

Pendeta itu bernama Victor Imanuel Tanja yang menulis Disertasinya secara khusus tentang organisasi HMI dan perannya dalam kontek motor perubahan moderinasi gerakan pembaharuan Islam di Indonesia. Dan sejarawan HMI itu pun melakukan counter narasi dalam bentuk tulisan dan buku guna berupaya meluruskan argumentasi Victor Imanuel Tanja tersebut.

Tulisan opini ini dibuat oleh Dwiki Setiyawan, alumni HMI yang juga memiliki genre sama dengan seniornya untuk merekam jejak sejarah HMI dan Kahmi Nasional dimana sejak awal Dwiki konsen atas hal itu.

Baca juga: Menelusuri Jejak Sejarah Islam di Pantura Jawa

Selanjutnya, tulisan artikel opini milik Mas Dwiki tersaji, selamat menikmati :

 

Mengenang Sejarawan HMI Agussalim Sitompul

Hari ini, 12 tahun lampau, tepatnya 18 Mei 2013, sejarawan HMI Prof Agussalim Sitompul wafat

Marilah kita yang mengenalnya, membacakan al-Fatihah untuk almarhum! Teriring harapan amal jariahnya mendapat balasan setimpal dari-Nya. Amin YRA

Foto yang saya unggah menyertai tulisan ini, even dimana Agussalim Sitompul menghadiri Munas KAHMI XI KAHMI di Pekanbaru Riau Tahun 2012. Lima bulan sebelum Bang Agus berpulang

Even akbar terakhir di HMI maupun KAHMI, dimana Bang Agus hadir. Terlihat, kesehatannya jauh menurun. Namun, ia paksakan hadir di Munas KAHMI, sekalipun memakai kursi roda. Mungkin saja, Bang Agus telah berfirasat, inilah saatnya terakhir bersua, bercengkerama, dan bernostalgia dengan berbagai kader HMI lintas generasi

Biasanya, baik Kongres HMI maupun Munas KAHMI, beliau hadir, dan aktif setiap persidangan yang berlangsung. Hadir sebagai undangan spesial. Biasa pula, saat puncak acara pemilihan Ketua Umum PB HMI atau Presidium MN KAHMI, ia berdiri di depan meja sidang. Sekedar memantau penghitungan suara, atau bahkan ikut membacakan surat suara penghitungan

Buku-buku yang ditulisnya tentang sejarah HMI maupun KAHMI cukup lengkap. Tiada dua dan bandingannya

Salah satu masterpiece, bukunya bertajuk: Historiografi Himpunan Mahasiswa Islam 1947-1993. Sedangkan buku sejarah legendaris, yang jadi bacaan wajib instruktur di jenjang perkaderan HMI, berjudul: Sejarah Perjuangan Himpunan Mahasiswa Islam, th. 1947-1975

Baca juga: HMI 79 Tahun: Masihkah Iman, Ilmu, dan Amal Menjadi Arah?

Di samping itu, ia menerbitkan buku berisi Pidato-piato Ketua Umum PB HMI saat dies natalis 5 Februari, berjudul "Pemikiran HMI dan Relevansinya dengan Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia".

Benang merah yang dapat kita tarik dari buku ini, yakni: HMI tak perlu diragukan lagi dalam komitmen keislaman, keindonesiaan, dan kemodernan

Sayang sekali, pidato-pidato Ketua Umum PB HMI pada Dies Natalis, dalam 25 tahun terakhir ini, sulit dikumpulkan. Saya pernah mencobanya, dan hanya segelintir mantan Ketua Umun PB HMI yang menyimpan arsip berharga tersebut

Apalagi, mantan Ketua Umum PB HMI dimaksud, beberapa diantaranya telah mendahului kita. Menghadap ke haribaan-Nya

Di mata Anas Urbaningrum, Ketua Umum PB HMI Periode 1997-1999, Agussalim Sitompul adalah senior HMI yang langka.

Menurut Anas, hal Ini lantaran semangatnya, komitmennya, kecintaannya dan perjuangannya untuk HMI luar biasa

"Ia menegaskan concern utamanya adalah mendokumentasikan dan menulis episode-episode perjalanan HMI. Bang Agussalim Sitompul bukan menulis untuk tulisan. Dia menulis sejarah untuk perkaderan," tandas Anas
.
Mengisi training-training HMI adalah salah satu hobi utama Agussalim Sitompul. Tidak peduli di ujung negeri. Komitmennya terhadap kaderisasi patut diacungi jempol
.
"Kini Agussalim telah tiada. Tetapi sebenarnya ia tidak pergi. Jejak perjuangannya dikenang abadi. Menyatu dalam sejarah HMI dan negeri ini," pungkas Anas

Sembari mengatupkan sepuluh jemari di tangan, saya akhiri tulisan singkat ini dengan mengutip untaian kata Agussalim Sitompul, tentang pentingnya kita belajar sejarah

Dalam buku Lafran Pane Jejak Hayat dan Pemikirannya (2010) karya Hariqo Wibawa Satria, Agussalim Sitompul menggoreskan kata, “Dalam usaha menuju kesempurnaan sebagai manusia, kita mesti belajar dari yang tersirat serta tersurat. Allah SWT mengingatkan: wal tanzhur nafsum ma qoddamad liqhodin; perhatikanlah sejarahmu untuk masa depanmu (QS al-Hasyr/59: 18). Pemahaman atas sejarah menjadikan manusia bertindak lebih cepat, cermat dengan tidak kembali mengulang kesalahan serupa. Sejarah laksana laboratorium kearifan
.
Jakarta Timur, 18 Mei 2025
Pukul 22.00 WIB. (red/sof/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru