Ray Dalio Mundur dari Danantara? Rosan Roeslani: Kami Masih Intens Komunikasi

Reporter : M Aris Effendi
Mark Dalio

 

Jakarta, JatimUpdate.id, – CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menepis kabar bahwa Ray Dalio membatalkan keterlibatannya dalam lembaga investasi strategis Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

Baca juga: Musyawarah Nasional VII MES, Rosan Terpilih Gantikan Erick

Roslan menegaskan, komunikasi dengan tim Dalio masih berlangsung secara aktif.

"Baru minggu lalu saya bertemu dengan timnya, termasuk adiknya, Mark Dalio. Kami berdiskusi, pembicaraannya berjalan lancar," ujar Rosan saat ditemui awak media di kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (28/5/2025).

Redaksi JatimUPdate.id juga mengutip persoalan Mark Dalio dikabarkan mundur dari laman Bisnis.com dan Kabar24.Bisnis.com.

Dengan judul "Bos Danantara Bantah Isu Ray Dalio Tolak Jadi Penasihat Rosan menepis kabar yang menyebut Ray Dalio menolak untuk bergabung dalam inisiatif investasi strategis Danantara."

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Bos Danantara Bantah Isu Ray Dalio Tolak Jadi Penasihat", Klik selengkapnya di sini: https://kabar24.bisnis.com/read/20250528/15/1880751/bos-danantara-bantah-isu-ray-dalio-tolak-jadi-penasihat?

Dengan penulis : Akbar Evandio - Bisnis.com

Lebih jauh pernyataan Rosan disampaikan menanggapi laporan Bloomberg yang menyebut Ray Dalio memilih tidak menjadi anggota dewan penasihat Danantara, hanya dua bulan setelah pemerintah Indonesia mengumumkan nama Dalio sebagai salah satu penasihat.

Komunikasi Masih Terjalin

Rosan menegaskan bahwa hubungan dengan pihak Dalio tetap terbuka dan positif. Bahkan, kata dia, pertemuan daring terakhir dengan tim Dalio baru saja dilakukan.

"Baru kemarin juga kami Zoom meeting. Komunikasi kami tetap baik. Belum ada keputusan batal atau mundur," ujarnya menambahkan.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir, juga membantah rumor mundurnya Dalio.

Pandu mengatakan, pertemuan dan komunikasi dengan keluarga dan tim Dalio terus berlanjut.

Baca juga: Hatta dan Danantara

"Info dari mana? Kami masih komunikasi kok. Bulan lalu bertemu CEO-nya, minggu lalu anaknya juga bertemu kami," tegas Pandu.

Ia menambahkan, segala kemungkinan kerja sama strategis masih dalam pembahasan internal. “Soal Ray, kami akan terus komunikasikan dengan semua pihak,” ujarnya.

Bloomberg: Dalio Tidak Masuk dalam Daftar Penasihat Terbaru

Sebelumnya, Bloomberg mengabarkan bahwa Ray Dalio, pendiri Bridgewater Associates, memilih tidak bergabung sebagai penasihat Danantara. Mengutip sumber anonim, laporan itu menyebut Dalio batal terlibat meski sempat diumumkan sebagai dewan penasihat bersama empat tokoh internasional lainnya pada Maret 2025.

Namun, dalam presentasi resmi Danantara kepada investor pada Mei 2025, nama Dalio tidak lagi tercantum. Dewan penasihat hanya mencantumkan nama ekonom Jeffrey Sachs, mantan manajer dana Chapman Taylor, eks PM Thailand Thaksin Shinawatra, dan mantan Kepala Credit Suisse Asia, Helman Sitohang.

Sachs mengaku bergabung secara sukarela tanpa kompensasi. Chapman Taylor mengonfirmasi peranannya melalui profil LinkedIn, sementara Thaksin dan Sitohang belum memberikan komentar.

Ray Dalio sendiri menolak berkomentar melalui juru bicaranya.

Baca juga: Danantara dan BUMN Pangan: Harapan Baru Menuju Swasembada Pangan

Juru bicara Danantara, Kania Sutisnawinata, menyampaikan bahwa lembaga tersebut masih menyempurnakan rencana bisnis dan struktur program. Namun, ia tidak menanggapi status terkini keterlibatan Ray Dalio.

Dampak ke Pasar dan Kepercayaan Investor

Ketidakjelasan struktur penasihat Danantara sempat memicu kekhawatiran di pasar keuangan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hampir 12% sejak awal tahun hingga 21 Maret 2025, beberapa hari sebelum pengumuman resmi manajemen Danantara.

Pada 24 Maret 2025, IHSG sempat turun hingga 5% intraday—terburuk sejak pandemi 2020—sebelum ditutup melemah 1,6% setelah susunan dewan dan penasihat diumumkan.

Danantara juga mengumumkan kehadiran Yup Kim, Kepala Investasi Texas Municipal Retirement System (senilai US$44 miliar), sebagai anggota komite investasi dan manajemen portofolio.

Namun, kepada Bloomberg, Kim menyatakan belum menerima posisi resmi dari Danantara. (bisnis.com/kabar24.bisnis.com/bloomberg/ries/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru