Sidoarjo, JatimUPdate.id - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memperketat pengawasan pemotongan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 H.
Baca juga: Harjasda ke-167, Wabup Sidoarjo dan Forkopimda Ziarah Makam Mantan Bupati
Sebanyak 200 petugas dikerahkan untuk memastikan pelaksanaan kurban sesuai dengan standar kesehatan hewan dan kaidah syariat Islam.
Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, mengatakan langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan pangan dan kesehatan masyarakat.
"Saya menghimbau kepada seluruh peternak di Sidoarjo untuk memeriksakan hewan kurbannya secara rutin agar tetap sehat. Pemkab Sidoarjo juga telah menyediakan vaksin gratis untuk hewan kurban," ujar Mimik saat melepas tim pemeriksa di Desa Mulyodadi, Kecamatan Wonoayu, Senin (2/6/2025).
Adapun tim pemeriksa terdiri dari 150 petugas gabungan dari Dinas Pangan dan Pertanian serta perangkat kecamatan, 30 tenaga ahli dari Universitas Airlangga dan Universitas Brawijaya, serta 20 dokter hewan dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jawa Timur.
Baca juga: Pemkab Sidoarjo Terima 200 Becak Listrik dari Presiden Prabowo, Dorong Transportasi Ramah Lingkungan
Menurut drh. Tony dari Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo, pemeriksaan akan difokuskan pada kondisi fisik hewan, kelayakan untuk disembelih, serta keabsahan surat keterangan kesehatan ternak, terutama bagi hewan yang didatangkan dari luar wilayah.
Ia juga mengingatkan pentingnya vaksinasi rutin sebagai antisipasi penyakit zoonosis.
"Kami sudah melakukan pemeriksaan di 34 titik penjualan. Semua hewan dinyatakan sehat, hanya satu ekor sapi yang terindikasi sakit dan langsung kami isolasi," jelasnya.
Tahun lalu, jumlah hewan kurban yang dipotong di Sidoarjo mencapai 14.254 ekor sapi, 22.862 ekor kambing, dan 2.084 ekor domba, tersebar di 1.381 masjid.
Tahun ini, 34 titik penjualan hewan kurban resmi telah ditetapkan di 15 kecamatan, sementara tiga kecamatan lainnya menggelar penjualan langsung dari kandang peternak. (ih/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat