Ketika Jamaah Sakit, Petugas Haji Tak Membiarkan Mereka Berjuang Sendirian

avatar M Aris Effendi
  • URL berhasil dicopy
Komitmen itulah yang terus dipegang Ketua Kloter 86, Muhammad Ahsan, bersama tim tenaga kesehatan (nakes) dalam mendampingi jamaah haji asal Bondowoso selama berada di Arab Saudi.
Komitmen itulah yang terus dipegang Ketua Kloter 86, Muhammad Ahsan, bersama tim tenaga kesehatan (nakes) dalam mendampingi jamaah haji asal Bondowoso selama berada di Arab Saudi.

 

Bondowoso, JatimUPdate.id, – Di balik khusyuknya pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci, ada tugas kemanusiaan yang terus dijalankan para petugas haji.

Mereka tidak hanya mendampingi jamaah menjalankan rangkaian ibadah, tetapi juga hadir ketika jamaah menghadapi ujian kesehatan jauh dari keluarga dan kampung halaman.

Komitmen itulah yang terus dipegang Ketua Kloter 86, Muhammad Ahsan, bersama tim tenaga kesehatan (nakes) dalam mendampingi jamaah haji asal Bondowoso selama berada di Arab Saudi.

Di tengah padatnya rangkaian ibadah haji, pemantauan kesehatan dan pendampingan terhadap jamaah yang membutuhkan perawatan terus dilakukan, baik di hotel maupun di fasilitas kesehatan.

"Di tengah padatnya rangkaian ibadah haji, kesehatan jamaah menjadi amanah yang harus dijaga bersama. Sebagai Ketua Kloter, saya bersama tim tenaga kesehatan terus melakukan pemantauan dan pendampingan kepada jamaah yang membutuhkan perawatan, baik di hotel maupun di fasilitas kesehatan," ujar Ahsan.

Menurutnya, setiap jamaah yang mengalami gangguan kesehatan harus mendapatkan perhatian dan pendampingan yang memadai. Sebab, kondisi sakit di negeri orang sering kali tidak hanya membutuhkan penanganan medis, tetapi juga dukungan moral agar jamaah tetap tenang dan bersemangat menjalani proses pemulihan.

Karena itu, ketika ada jamaah yang harus menjalani perawatan, petugas kloter dan tenaga kesehatan berupaya hadir untuk memastikan seluruh kebutuhan jamaah dapat terpenuhi dengan baik.

"Tidak ada jamaah yang kami biarkan berjuang sendirian. Saat ada yang sakit dan harus mendapatkan penanganan medis, kami hadir untuk memastikan pelayanan berjalan dengan baik, memberikan dukungan moral, serta membantu komunikasi dan kebutuhan jamaah selama menjalani perawatan," katanya.

Bagi Ahsan, pendampingan kepada jamaah bukan sekadar bagian dari tugas penyelenggaraan haji. Lebih dari itu, pendampingan merupakan bentuk ikhtiar untuk menjaga para tamu Allah agar tetap dapat menunaikan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk.

Ia mengaku, kebahagiaan terbesar para petugas bukan hanya melihat jamaah mampu menyelesaikan rangkaian ibadah haji, tetapi juga menyaksikan mereka kembali sehat setelah menjalani perawatan.

"Bagi kami, tugas ini bukan sekadar menjalankan kewajiban, tetapi bagian dari ikhtiar menjaga para tamu Allah agar dapat menunaikan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk. Setiap senyum yang kembali merekah, setiap kondisi yang berangsur membaik, menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami," ungkapnya.

Ahsan juga mengajak keluarga jamaah di tanah air untuk terus mendoakan anggota keluarganya yang sedang berada di Tanah Suci, khususnya jamaah yang tengah menjalani perawatan kesehatan.

Ia berharap seluruh jamaah yang saat ini mendapat pendampingan medis segera pulih dan dapat kembali bergabung bersama rombongan untuk menyempurnakan rangkaian ibadah hajinya.

"Mohon doa dari seluruh keluarga jamaah di tanah air, semoga jamaah yang sedang dirawat segera diberikan kesembuhan, kesehatan yang prima, dan dapat kembali bergabung bersama rombongan untuk menyempurnakan rangkaian ibadah hajinya," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bondowoso, Astono, menegaskan bahwa pelayanan kepada jamaah merupakan bagian penting dari pengabdian petugas haji selama berada di Tanah Suci.

Menurut Astono, kemabruran seorang petugas haji tidak hanya diukur dari ritual ibadah yang dijalankan secara pribadi, melainkan juga dari ketulusan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah.

"Saya tegaskan kepada seluruh petugas kloter bahwa kemabruran petugas haji bukan pada ritual hajinya, namun seberapa tulus memberikan layanan terbaik untuk jamaah. Karena jamaah adalah tamu Allah. Allah akan memberikan apresiasi yang terbaik bagi yang melayani tamu-Nya," tegas Astono.

Ia menilai semangat melayani dengan penuh keikhlasan menjadi modal utama dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi jamaah selama menjalankan ibadah haji.

Bagi Astono, keberadaan petugas di tengah jamaah bukan hanya sebagai pelaksana tugas, tetapi juga sebagai sahabat, pendamping, sekaligus penguat ketika jamaah menghadapi berbagai tantangan selama berada di Tanah Suci.

"Pelayanan terbaik bukan hanya mengantar jamaah berangkat ke Tanah Suci, tetapi juga memastikan mereka mendapatkan pendampingan dan perhatian saat membutuhkan," pungkasnya.