Sidoarjo, JatimUPdate.id - Upaya warga dalam merespons dampak banjir dengan mendirikan dapur umum mandiri di Desa Ngaban, Kecamatan Tanggulangin, sejak Rabu (18/6).
Baca juga: Harjasda ke-167, Wabup Sidoarjo dan Forkopimda Ziarah Makam Mantan Bupati
Ribuan nasi bungkus bergizi telah didistribusikan untuk membantu warga terdampak banjir yang sempat menggenangi wilayah tersebut.
Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, meninjau langsung aktivitas dapur umum tersebut.
Ia mengapresiasi sinergi para relawan dari Tagana Dinas Sosial, BPBD Sidoarjo, hingga ibu-ibu PKK desa yang terlibat aktif.
Dapur umum hari ini menyiapkan sekitar 900 bungkus nasi untuk distribusi siang hari, seiring dengan kondisi genangan air yang sudah mulai surut di sejumlah titik Desa Ngaban.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah menyediakan makanan kepada warga terdampak banjir,” ujar Mimik usai meninjau, Jumat (20/6/2025).
Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Sidoarjo turut menyalurkan makanan tambahan bergizi, seperti bubur kacang hijau dan koktail buah kalengan, serta paket sembako dari Dinas Sosial.
Mimik menekankan bahwa karakter geografis Kabupaten Sidoarjo sebagai daerah delta hasil sedimentasi sungai Brantas membuat wilayah ini rentan tergenang air bahkan saat hujan ringan.
Untuk itu, Pemkab akan mempercepat program normalisasi sungai, dengan frekuensi pengerjaan setiap tiga bulan sekali.
“Alhamdulillah, di beberapa titik sudah surut. Mudah-mudahan tidak banjir lagi. Pemerintah akan maksimal untuk mencegah banjir,” katanya.
Mimik juga mengimbau warga agar aktif menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.
Got-got yang tersumbat diminta untuk segera dibersihkan melalui kerja bakti rutin yang digerakkan oleh masyarakat sendiri.
“Kalau got di depan rumah dibersihkan dan tidak ditutup, Insya Allah banjir bisa diatasi. Ayo kerja bakti,” imbuhnya.
Baca juga: PMII Unisda Desak Pemkab Lamongan Benahi Tata Kelola Banjir Secara Menyeluruh
Sementara itu, Plt. Kepala Pelaksana BPBD Sidoarjo, Sabino Mariano, melaporkan bahwa hampir seluruh wilayah terdampak banjir di Sidoarjo sudah mengalami penurunan genangan secara signifikan.
Hanya tersisa genangan setinggi 10–15 cm di Desa Candipari dan Desa Pesawahan, Kecamatan Porong.
Menurut Sabino, surutnya aliran Sungai Mbah Gepuk di Desa Ngaban juga sangat membantu proses pembuangan air menggunakan pompa meski kondisi air laut sedang pasang.
“Di Ngaban sudah surut seratus persen, aliran sungainya juga turun drastis sampai 70 persen dibanding tiga hari lalu,” ujarnya. (ih/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat