Probolinggo, JatimUPdate.id — Dalam rangkaian kegiatan Basic Training atau Latihan Kader yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Abu Nawwas UNUJA Cabang Probolinggo, Ponirin Mika hadir sebagai pemateri dengan membawakan materi bertema Sejarah Peradaban Islam.
Baca juga: Islam " Mazhab HMI"
Kegiatan ini berlangsung di Pondok Pesantren Nurul Hidayah dan diikuti oleh puluhan peserta dengan semangat tinggi. Kamis (19/06/25).
Dalam pemaparannya, Ponirin Mika memberikan pencerahan mendalam mengenai bagaimana peradaban Islam dibawa dan dibangun oleh Nabi Muhammad SAW sejak masa awal dakwah di Makkah dan Madinah.
Ia menjelaskan bahwa peradaban Islam tidak hanya ditandai oleh kemajuan lahiriah seperti politik, ekonomi, atau militer, tetapi lebih dalam dari itu adalah transformasi akhlak, ilmu, dan adab.
Dalam materinya, Ponirin mengutip pemikiran Syed Muhammad Naquib al-Attas, seorang cendekiawan besar dunia Islam.
Menurut Al-Attas, “Peradaban Islam adalah keadaan kehidupan yang serba tertib dan baik, yang lahir dari pengamalan ajaran Islam secara menyeluruh dalam semua aspek kehidupan.”
Baca juga: Satu Mustahik Tiga Kali Terima: Menggugat Profesionalisme Pengelolaan Zakat Kita
Kutipan ini ditegaskan oleh Ponirin sebagai dasar penting bahwa peradaban dalam Islam berakar pada nilai-nilai ruhani dan adab, bukan sekadar kemajuan material semata.
"Ketika Rasulullah SAW membangun Madinah, beliau tidak hanya membangun struktur sosial politik, tapi juga membentuk karakter masyarakat yang berakhlak dan beradab. Di situlah letak kekuatan peradaban Islam," ungkap Ponirin kepada para peserta.
Para peserta tampak serius dan antusias mengikuti penyampaian materi. Beberapa di antaranya aktif berdiskusi dan bertanya untuk memperdalam pemahaman mereka.
Ponirin pun mengajak seluruh peserta untuk menjadikan sejarah peradaban Islam sebagai inspirasi membangun kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.
Kegiatan Latihan Kader ini berlangsung selama tiga hari, 19–21 Juni 2025, sebagai wadah pembinaan kader muda agar memiliki kualitas akademik, spiritualitas, dan tanggung jawab sosial.
Dengan hadirnya materi bernas seperti ini, diharapkan para peserta dapat membawa semangat keislaman yang tercerahkan dan visioner dalam ruang-ruang dakwah dan pengabdian. (pm/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat