Mengospek Mental Pengurus, Ning Aniq Beri Tips Kemampuan Pecahkan Masalah

avatar Ponirin Mika
  • URL berhasil dicopy
Biro Kepesantrenan (Biktren) Putri Pondok Pesantren Nurul Jadid kembali menggelarrangkaian kegiatan Manajemen Pengasuhan Santri (MPS).
Biro Kepesantrenan (Biktren) Putri Pondok Pesantren Nurul Jadid kembali menggelarrangkaian kegiatan Manajemen Pengasuhan Santri (MPS).

 

Paiton, Probolinggo, JatimUPdate.id - Biro Kepesantrenan (Biktren) Putri Pondok Pesantren Nurul Jadid kembali menggelarrangkaian kegiatan Manajemen Pengasuhan Santri (MPS).

Kali ini, para calonpengurus dan wali asuh dibekali materi Problem Solving (penyelesaian masalah) yang disampaikan secara daring oleh praktisi psikologi, Ning RaudlatulAniq, S.Psi., CH., CHt.

Pelatihan ini bertujuanuntuk membangun kesiapan mental, ketangguhan, serta kemampuan berpikir kritispara calon pengurus dalam menghadapi dinamika pengasuhan santri secaraprofesional dan humanis.

Dalam pemaparannya, Ning Raudlatul Aniq mengajak para peserta untuk mengubah cara pandang mereka dalammelihat sebuah konflik atau persoalan.

Menurutnya, masalah bukanlah sesuatuyang harus dihindari, melainkan sebuah sarana untuk membentuk kapasitas diri.

“Masalah hadir bukan untuk mematikan potensi, justru melalui masalah potensi kita terbentuk. Jangan takut menghadapi masalah, tetapi pikirkan bagaimana cara menyelesaikan masalahtersebut,” ujar Ning Aniq.

Ia menambahkan bahwa dalam sudut pandang psikologis dan spiritual, masalah sering kali muncul ketikaharapan atau ekspektasi tidak berjalan sesuai dengan kenyataan.

Di titik itulahmanusia diuji untuk mengambil pelajaran berharga.

Lebih lanjut, Ning Aniq memperingatkan bahwa masalah yang tidak dikelola dengan baik dapat menumpukmenjadi beban emosional yang mengganggu pikiran, perasaan, hingga produktivitaskerja pengurus.

Untuk mengantisipasi 
hal tersebut, ia membagikan tiga prinsip dasar dalam mereduksi dan menyelesaikanmasalah di lingkungan pesantren yaitu dengan mengenali akar permasalahan, berani menghadapi, mencari alternatif solusi: Membuka ruang diskusi untuk menemukanjalan keluar terbaik.

“Masalah akan teruraijika
 kita mencari akar masalahnya, berani menghadapinya, dan berusaha menemukan solusi. Sebaliknya, masalah akan terasa semakin berat apabila tujuan kita tidakjelas dan terus menunda menghadapinya,” tegasnya.

Biro Kepesantrenan Putri berharap para calon pengurus dan wali asuh tidak hanya cakap secara tekniskepengurusan, tetapi juga memiliki kematangan emosional dalam mendampingi dan membina seluruh santri di Pondok Pesantren Nurul. (pm/yh)