Tape Bondowoso dan Harapan Kecil di Hadapan Wapres

Reporter : M Aris Effendi
Wapres Gibran berkunjung ke Bondowoso

 

Bondowoso, JatimUPdate.id, – Suasana GOR Pelita Bondowoso tampak riuh menjelang siang, Selasa (24/6/2025). Ratusan ibu-ibu nasabah Bank Mekaar berkumpul, menanti kedatangan tamu negara yang tak lain adalah Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.

Baca juga: BREAKINGNEWS: Jembatan Sukowiryo di Jalan Mastrip Bondowoso Ambrol Satu Sisi, Akses Dibatasi Ketat

Gibran tidak datang sendirian. Ia tiba bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Emil Dardak, serta Wakil Menteri BUMN Aminuddin Ma’ruf.

Turut mendampingi pula Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid dan Wakil Bupati As’ad Yahya Syafi’i, serta sejumlah pejabat daerah.

Di hadapan para ibu tangguh itu, Gibran menyampaikan apresiasinya.

Bondowoso, menurutnya, layak diberikan penghargaan karena tingkat kredit macet nasabah Mekaar-nya nyaris nol.

“Tidak ada kredit macet di Bondowoso,” tuturnya, disambut tepuk tangan meriah.

Namun hari itu, bukan hanya angka dan statistik yang dibicarakan. Di sudut stan pameran UMKM, ada harapan kecil yang ikut disampaikan kepada Wapres, lewat sepotong tape.

Adalah Mega, produsen tape asal Kecamatan Wringin. Di tangannya, singkong yang difermentasi itu diolah menjadi makanan khas Bondowoso yang manis, lembut, dan beraroma khas.

Baca juga: Retribusi Administrasi Dihapus, Raperda Pajak Baru di Bondowoso Permudah Layanan Publik

Tape bukan sekadar panganan. Ia adalah identitas Bondowoso. Hampir semua pusat oleh-oleh menjadikannya andalan. Namun, bagi pelaku UMKM seperti Mega, pasar lokal tak cukup.

“Pasar di Bondowoso terbatas. Tapi banyak orang luar yang suka tape kami,” ungkap Mega. Ia bahkan pernah mengirim pesanan ke Malaysia. “Tapi tapenya busuk di perjalanan,” tambahnya lirih.

Itulah yang ia sampaikan pada Gibran. Harapannya sederhana, yaitu agar tape Bondowoso mendapat dukungan untuk bisa menembus pasar luar negeri.

Mulai dari kemasan, ketahanan produk, hingga kelengkapan dokumen ekspor.

Baca juga: Bupati Bondowoso Resmi Buka Festival Ramadhan 2026, Dorong Ekonomi Rakyat dan Pelestarian Budaya

“Kalau ada dukungan, kami bisa kirim lebih aman. Sekarang masih bingung semua, jalan sendiri-sendiri,” jelasnya.

Tape mungkin tampak sederhana, tapi bagi Mega dan banyak UMKM lain, tape adalah sumber penghidupan. Dan lebih dari itu, simbol kebanggaan daerah.

Hari itu, Gibran membeli tape, madu, dan sejumlah produk lokal lainnya. Sebuah gestur sederhana, namun cukup untuk menyulut harapan baru, dari halaman GOR Pelita hingga mimpi menembus pasar dunia.

Dari Wringin ke Malaysia. Dari Bondowoso ke meja pemimpin negeri. Harapan itu sudah disampaikan. Tinggal siapa yang mau mendengar, dan siapa yang bersedia membantu mewujudkannya. (ries/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru