Semboro, Jember, JatimUPdate.id : Suasana Desa Sidomekar, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember pada Kamis (26/6) tampak meriah.
Masyarakat Desa Sidomekar berkumpul di Balai Desa mengikuti Kirab Larung Sukerto guna memperingati 1 Suro, Tahun Baru Hijriyah.
Untuk mensukseskan kegiatan ini Pemerintah Desa Sidomekar melibatkan semua RW, karang taruna desa dan kader posyandu.
Sementara Larung Sukerto ini secara khusus dikemas dalam bentuk festival tumpeng. Total ada 39 tumpeng, masing masing RW mengirim satu tumpeng. Juga kader posyandu, dg 2 kelompok posyandu mengirim satu tumpeng. Tumpeng tumpeng ini disajikan dengan banyak kreativitas.
Dari sisi tampilan, keindahan, estetika bahkan ada yg diarak menggunakan andong.
Semua peserta memakai pakaian adat, membuat suasana budaya terasa kental.
Diawali dg sambutan dari kepala desa dan camat semboro.
Baca juga: SNBP 2026 Melejit! 2.092 Siswa Jember-Lumajang Lolos PTN, Naik 27 Persen
Sebelum diberangkatkan ditampilkan kesenian tari oleh sanggar sanggar tari yang ada di desa ini.
Tumpeng tumpeng ini diarak dari balai desa menuju situs beteng. Situs ini adalah salah satu cagar budaya yg ada di Desa Sidomekar tepatnya berada di Dusun Beteng.
Di situs Beteng ini setelah semua arak-arakan tumpeng berkumpul dilakukan doa bersama.
"Mendoakan keselamatan masyarakat Desa Sidomekar, bersyukur atas hasil bumi dan kerukunan yg terus terjaga. Dengan pengharapan agar di tahun depan semua keberkahan bisa terus menaungi Desa Sidomekar, " Kepala Desa Sidomekar H. Hudi Prihwiyanto kepada JatimUPdate.id pada Kamis (26/06/2025).
Baca juga: Polri Harus Bertindak! Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS adalah Ancaman terhadap Demokrasi
Lebih jauh Kepala Desa Sidomekar H Hudi Prihwiyanto menyampaikan terima kasihnya kepada semua warga desa sidomekar yang antusias mengikuti kegiatan ini.
"Ini untuk pertama kalinya kami mengadakan kegiatan ini, tahun lalu hanya satu dusun yg mengadakan. Luar biasa antusias masyarakat ketika kami mengadakan tahun ini dg peserta dari semua dusun. Mungkin ini akan menjadi agenda tahunan kami ke depan," ujarnya.
Kegiatan budaya seperti ini perlu terus dipelihara bukan hanya sebagai wujud kemeriahan tetapi lebih sebagai bentuk terjaganya identitas dan nilai2 lokal desa. (ridwan/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat