DPRD Sidoarjo Soroti Kinerja KONI: Minim Fasilitas dan Kepedulian

Reporter : Imam Hambali
Atlet Gulat Sidoarjo Ika dan kolega dalam sesi dengar pendapat di DPRD Sidoarjo, Kamis (10/7/2025).

 

Sidoarjo, JatimUPdate.id - Kegagalan Kontingen Sidoarjo mempertahankan posisi runner-up dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025 menjadi sorotan tajam.

Baca juga: Aksi Balap Liar Diamankan di Arteri Porong Sidoarjo, Polisi Panggil Orang Tua Pelaku

Komisi D DPRD Sidoarjo turun tangan langsung dengan menggelar hearing bersama sejumlah cabang olahraga (cabor) untuk membedah penyebab menurunnya prestasi tersebut.

Pada Porprov 2025, Sidoarjo hanya mampu menempati posisi ketiga, tertinggal dari Kota Surabaya dan Kota Malang.

Padahal, kontingen Kota Delta sempat menargetkan mempertahankan posisi kedua seperti capaian pada Porprov 2023 lalu.

Salah satu suara keras datang dari atlet gulat, Ika Adinda Salatun, yang mengeluhkan minimnya fasilitas latihan, terutama absennya tempat fitness yang layak selama masa persiapan.

Ia juga menyoroti pendeknya waktu pemusatan latihan (TC) yang hanya berlangsung tiga bulan.

"Atlet daerah lain bisa TC enam bulan, kami hanya tiga bulan. Fasilitas juga tidak menunjang. Fitness itu penting untuk kekuatan fisik kami," ungkap Ika dalam sesi dengar pendapat di DPRD Sidoarjo, Kamis (10/7/2025).

Ika juga mengungkapkan kesulitan dalam mengakses GOR Sidoarjo untuk latihan karena birokrasi yang dinilai berbelit-belit.

Padahal, sebelumnya penggunaan fasilitas olahraga tersebut lebih fleksibel.

Baca juga: Truk Boks Tabrak Dump Truck di By Pass Balongbendo Sidoarjo, Satu Tewas di Lokasi

Selain itu, keluhan juga datang dari sisi kesehatan. Menurut Ika, jaminan kesehatan dari BPJS hanya berlaku saat pertandingan.

Cedera saat latihan tidak ditanggung. Ia bahkan mengusulkan agar KONI menyediakan klinik khusus bagi atlet.

Keluhan serupa disampaikan Indrawan, atlet dari cabor karate, yang merasa cabor-nya dianaktirikan oleh KONI Sidoarjo.

Ia menyayangkan Ketua KONI, Imam Mukri, yang sama sekali tidak hadir memberikan dukungan selama pertandingan berlangsung.

"Kami ini berjuang membawa nama daerah, tapi perhatian dari pimpinan KONI sangat minim. Sekadar datang dan memberi semangat pun tidak," keluh Indra.

Baca juga: Jalan Embong Kali Krian Sidoarjo Rusak dan Berlubang

Menanggapi berbagai aduan itu, Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, Dhamroni Chudlori, menyebutkan perlunya evaluasi mendalam terhadap manajemen KONI Sidoarjo.

Ia menyoroti lemahnya perhatian dan kepemimpinan KONI, serta masalah teknis lain seperti anggaran yang belum cair, hingga membuat cabor harus menalangi dana sendiri.

"Anggaran Rp 16,5 miliar dari Pemkab itu besar. Tapi nyatanya, atlet kita masih mengeluh soal fasilitas dan dukungan. Ini harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh,” tegas Dhamroni.

Komisi D pun berencana memanggil KONI Sidoarjo secara resmi dalam waktu dekat untuk meminta klarifikasi atas berbagai keluhan tersebut.

"Masukan dari para atlet dan pelatih ini sangat penting untuk perbaikan ke depan. Harus ada perubahan, kalau mau prestasi naik," pungkasnya.(ih/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru