Surabaya, JatimUpdate.id – Kader PDI Perjuangan Surabaya, Achmad Hidayat, menyatakan kesiapannya mengungkap seluruh akar persoalan yang menyebabkan konfliknya dengan Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, semakin tajam.
Hal itu disampaikannya saat menggelar konferensi pers di Halaman 78, Genteng Kali, Surabaya, Senin (21/7).
Baca juga: Buleks Tekankan Kekompakan Kader, Halal Bihalal Ranting Jepara Jadi Penguat Akar Rumput PDIP
“Saya akan sampaikan secara utuh, sebenar-benarnya. Secara runtut, dari awal sampai akhir, saya akan buka semuanya,” tegas Achmad.
Ia menegaskan, tidak ada ketakutan sedikit pun untuk menyampaikan fakta yang ada. Meskipun saat ini sudah dibebas tugaskan dari struktur partai, loyalitasnya kepada PDIP dan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri tidak berubah.
“Saya siap bertanggung jawab. Walaupun saya telah dibebas tugaskan, saya tetap sayang dan cinta kepada PDI Perjuangan dan Ibu Megawati Soekarnoputri,” ujarnya.
Achmad juga menjelaskan alasan dirinya tidak melakukan aksi nekat bunuh diri di depan rumah dinas Armuji.
Ia menyebut kantor PDIP Surabaya merupakan simbol perjuangan partai yang selama ini menaunginya.
“Sebagai kader PDIP, Logo Banteng, ibu Megawati Soekarnoputri saya menganggap rumah itu adalah tempat saya bernaung. Tempat yang membesarkan saya. Maka layaklah seorang anak yang sayang kepada ibunya, menyampaikan bentuk protes sebagai aspirasi agar didengar oleh orang tuanya,” jelasnya.
Baca juga: DPRD Surabaya Terima Surat PAW, Anas Karno Gantikan Almarhum Adi Sutarwijono
Menurutnya, aksi tersebut merupakan puncak dari rasa kecewa terhadap segelintir pihak yang dinilai hanya menumpang hidup di tubuh partai.
“Kenapa saya sampai seperti itu? Karena itu adalah puncak kejengkelan saya terhadap orang-orang yang hanya memanfaatkan partai untuk kepentingan pribadi,” demikian Achmad Hidayat. (Roy)
Editor : Miftahul Rachman