Gondang Wetan, Pasuruan, JatimUPdate.id :Di tengah meningkatnya kebutuhan akan pakan ikan yang ekonomis dan ramah lingkungan, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) menghadirkan inovasi sederhana namun berdampak besar: Probiotik RABAL.
Baca juga: KKN UNP Kediri Sulap Semak Belukar Jadi Kampung Hijau Berbasis Zero Waste di Kelurahan Dermo
RABAL merupakan singkatan dari Ragi, Air Kelapa, Bakteri, dan Laktosa.
Inovasi ini dirancang sebagai solusi pakan tambahan alami yang tidak hanya murah dan mudah dibuat, tetapi juga mampu meningkatkan nafsu makan serta daya tahan tubuh ikan budidaya—tanpa campur tangan bahan kimia atau antibiotik.
Memanfaatkan Potensi Sekitar
Formula RABAL berbasis fermentasi sederhana menggunakan bahan-bahan yang mudah dijumpai di lingkungan rumah tangga: air kelapa sisa, ragi roti, molase, dan susu fermentasi.
Dengan proses sederhana dan tidak memerlukan alat khusus, probiotik ini bisa langsung dicampurkan ke dalam pakan harian ikan, menjadikannya solusi praktis dan aplikatif untuk pembudidaya skala kecil.
Baca juga: Tumbuhkan Ekonomi Lokal, Mahasiswa Unitri Rancang Ruang Publik Integratif
Disambut Antusias oleh Masyarakat
Warga Desa Karangsentul, Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan menyambut inovasi ini dengan penuh antusias. Bagi para pembudidaya ikan skala rumah tangga, RABAL menjadi alternatif baru yang menjanjikan. Bahkan, ibu-ibu PKK setempat pun mulai tertarik untuk memproduksinya secara mandiri.
“Bahan-bahannya gampang dicari, dan setelah digunakan, ikan terlihat lebih aktif dan nafsu makannya meningkat,” ujar salah satu warga.
Tak hanya menjadi solusi bagi budidaya ikan, RABAL juga membuka peluang wirausaha baru berbasis rumah tangga yang bisa meningkatkan pendapatan masyarakat desa.
Baca juga: Belajar Ulang Menjadi Ilmuwan: Catatan Seorang Doktor dari Sebuah Percakapan Menjelang Dies Natalis
Menuju Budidaya yang Berkelanjutan
Inovasi Probiotik RABAL menjadi bukti bahwa kolaborasi antara ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat dapat melahirkan solusi nyata. Mahasiswa FPIK UB tak hanya membawa ilmu ke lapangan, tetapi juga memberdayakan masyarakat dengan cara yang aplikatif, adaptif, dan berkelanjutan.
Dengan pendekatan lokal berbasis potensi desa, RABAL membawa harapan baru bagi budidaya ikan di Karangsentul dan desa-desa lain di Indonesia—menuju sistem perikanan yang lebih mandiri, sehat, dan ramah lingkungan.
Pewarta Syafiq Maulana. (rilis UB/dek/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat