Presiden Prabowo Bakal Terangi 10.068 Titik Desa 3T

Reporter : Deki Umamun Rois
Presiden Prabowo Subianto

 

Jakarta, JatimUPdate.id - Bayangkan sebuah malam di desa terpencil yang selama ini gelap gulita, kini mulai diterangi cahaya listrik yang membawa harapan baru.

Baca juga: Bacukiki Bangkitkan Energi Hijau dan Peternakan

Presiden Prabowo Subianto memimpin program ambisius untuk menerangi lebih dari 10.000 titik desa dan dusun di wilayah 3T—Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar—di seluruh Indonesia.

Wilayah 3T mencakup daerah-daerah yang secara geografis, sosial, ekonomi, dan budaya masih tertinggal dibandingkan wilayah lain.

Banyak dari daerah ini adalah perbatasan atau lokasi terpencil yang menghadapi tantangan besar dalam pembangunan dan akses layanan dasar, termasuk listrik.

Presiden Prabowo menugaskan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, bersama PT PLN (Persero) untuk mewujudkan penerangan listrik di 10.068 titik desa dan dusun.

Dari jumlah tersebut, terdapat 5.758 desa dan 4.310 dusun yang akan segera mendapatkan akses listrik.

Tiga kabupaten di Papua menjadi prioritas utama, yaitu Kabupaten Yapen dengan 71 lokasi, Kabupaten Supiori sebanyak 11 lokasi, dan Kabupaten Biak Numfor sebanyak 4 lokasi. Di Papua sendiri, program Listrik Desa (Lisdes) ini diperkirakan akan memberikan akses listrik bagi lebih dari 280 ribu keluarga.

Baca juga: Tidak Ada "Masalah" dengan Utang PLN, Tetap Berkinerja

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan dalam keterangan pers pada Sabtu (287/2025), bahwa program ini akan menjangkau seluruh desa dan dusun dari Aceh hingga Papua.

“Saya ingin dengan listrik ini masuk, anak-anak kita bisa belajar menggunakan teknologi. Suatu saat mereka akan menjadi pemimpin bangsa ini,” ujar Bahlil penuh harap.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan kesiapan PLN menjalankan amanah tersebut. Sepanjang semester pertama 2025, PLN telah berhasil menghadirkan listrik ke 36 desa di Papua, menjangkau lebih dari 1.600 keluarga.

“Arahan Pak Menteri jelas, tidak boleh ada satu pun saudara kita di Papua yang hidup dalam gelap, meskipun Indonesia sudah merdeka hampir 80 tahun,” katanya.

Baca juga: Pasokan Listrik Pulau Madura Sudah Pulih, 96 Unit Genset Ditarik Kembali

Selain menyediakan listrik, PLN juga mendukung peningkatan mutu pendidikan di Papua melalui revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran. Sebanyak 693 sekolah akan dilengkapi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap atau SuperSUN, yang memungkinkan akses teknologi dan pembelajaran digital lebih luas.

Program penerangan desa di wilayah 3T ini bukan sekadar soal listrik, melainkan tentang membuka pintu masa depan yang lebih cerah bagi masyarakat di daerah tertinggal dan terpencil.

Dengan akses listrik, anak-anak di pelosok negeri dapat belajar lebih baik, masyarakat dapat mengembangkan usahanya, dan pembangunan daerah dapat berjalan lebih merata. (dek/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru