Jakarta, JatimUPdate.id - Guru Besar dan Pengamat Politik LIPI, Prof. Siti Zuhro, menekankan pentingnya penguatan kaderisasi dan pemahaman filosofi kebangsaan bagi kader muda Partai Golkar. Hal itu ia sampaikan dalam acara Urun Rembug DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) bertajuk “Masa Depan Golkar dan Sistem Pemilu di Indonesia” yang digelar di AMPI Media Centre, Menteng, Jakarta, Kamis (31/7).
Dalam pemaparannya, Siti Zuhro mengingatkan bahwa calon pemimpin bangsa harus memahami karakteristik unik Indonesia. “Negara kita berbeda dengan Australia, Amerika, Jerman, atau Singapura. Indonesia ini unik, terdiri dari 38 provinsi, 415 kabupaten/kota, lebih dari 80 ribu desa. Siapapun yang ingin memimpin harus memahami keunikan ini,” tegasnya.
Baca juga: Golkar Surabaya Rayakan HUT ke-61 Gelar Turnamen Mini Soccer, Jurnalis Ikut Bertanding
Ia menekankan bahwa filosofi negara yang berlandaskan Pancasila, konstitusi UUD 1945, dan bentuk negara kesatuan harus menjadi pegangan para kader muda. “Kita punya konsensus nasional yang jelas. Ini penting agar kader muda tidak hanya sekadar populer, tetapi benar-benar paham dasar negara,” ujarnya.
Terkait sistem pemilu, Siti Zuhro juga menyinggung perubahan ambang batas pencalonan presiden dan wacana pemisahan pemilu nasional dan daerah. Menurutnya, partai politik harus bersiap menghadapi perubahan tersebut dengan menyiapkan kader yang kompeten. “Kalau partai tidak mempersiapkan diri, akan sulit mengontrol kualitas kader yang bertarung di legislatif maupun eksekutif,” ucapnya.
Baca juga: Golkar Surabaya Buka Rumah Aspirasi, Adies Kadir: Ini Bukti Partai Hadir untuk Rakyat
Ia menekankan pentingnya mencetak kader yang outstanding agar Golkar tetap mampu bersaing di tengah kompetisi politik yang ketat. “Kaderisasi jangan hanya untuk menyongsong pemilu, tapi harus menghasilkan tokoh-tokoh muda yang mampu menjadi role model dan dipercaya rakyat,” katanya.
Prof. Siti Zuhro juga mengingatkan agar generasi muda Golkar tidak terlena dengan popularitas semata. Dalam praktik politik di Indonesia, popularitas memang penting, namun kualitas dan integritas tidak bisa diabaikan. “Anak muda harus menunjukkan kebaruan, kualitas, dan siap menjadi pemimpin yang benar-benar memahami rakyatnya,” pesan Siti Zuhro.
Baca juga: Meneguhkan Kembali Doktrin Karya Kekaryaan
Ia menutup paparannya dengan dorongan agar AMPI sebagai sayap muda Golkar terus menampilkan inovasi dan membangun kaderisasi yang berkelanjutan. “Kalau AMPI mampu menghadirkan kebaruan dan kualitas, maka Golkar akan memiliki masa depan yang kuat di kancah politik nasional,” pungkasnya (*).
Editor : Redaksi