Ady Kriesna Targetkan Konsolidasi Golkar Bondowoso hingga Desa Tuntas pada 2026

avatar M Aris Effendi
  • URL berhasil dicopy
Ketua DPD Partai Golkar Bondowoso, Ady Kriesna, memberikan keterangan kepada wartawan usai agenda pengukuhan PK Partai Golkar Maesan di Kecamatan Maesan, Sabtu (9/5/2026).
Ketua DPD Partai Golkar Bondowoso, Ady Kriesna, memberikan keterangan kepada wartawan usai agenda pengukuhan PK Partai Golkar Maesan di Kecamatan Maesan, Sabtu (9/5/2026).

 

Bondowoso, JatimUPdate.id, – DPD Partai Golkar Bondowoso menargetkan konsolidasi organisasi hingga tingkat desa di seluruh wilayah Bondowoso dapat dituntaskan sepanjang tahun 2026.

Komitmen tersebut disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Bondowoso, Ady Kriesna, usai agenda pengukuhan Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar Maesan di Kantor CV Gagak Hitam, Desa Pakuniran, Kecamatan Maesan, Sabtu (9/5/2026).

Menurut Ady Kriesna, penguatan struktur partai menjadi langkah penting dalam menjaga soliditas organisasi dan keberlanjutan kaderisasi Partai Golkar hingga tingkat akar rumput.

“Kita sekarang konsolidasi di tingkat kecamatan. Setelah ini kita akan melakukan konsolidasi di tingkat desa. Jadi tahun 2026 ini konsolidasi itu sudah tuntas,” katanya.

Ia menegaskan, keberadaan Pimpinan Kecamatan dan Pimpinan Desa memiliki posisi strategis karena menjadi ujung tombak partai dalam menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

“Yang tahu betul denyut nadi masyarakat itu adalah Pimpinan Kecamatan dan Pimpinan Desa,” ujarnya.

Selain memperkuat struktur organisasi, Partai Golkar juga terus menjaga pola kaderisasi internal agar berjalan sehat dan terukur sesuai aturan partai.

Kriesna menjelaskan, dalam mekanisme organisasi Partai Golkar, jabatan ketua dibatasi maksimal dua periode guna memastikan terjadinya regenerasi kepemimpinan.

“Di Partai Golkar sirkulasi kaderisasi itu terjamin. Jadi dalam dua periode itu harus ganti pimpinan,” jelasnya.

Saat ditanya terkait target penambahan kursi legislatif, Ady menegaskan bahwa fokus utama Partai Golkar bukan sekadar mengejar jumlah kursi politik, melainkan memperbesar kontribusi nyata kepada masyarakat.

“Yang paling penting bagi Golkar itu bukan banyaknya kursi, tapi bagaimana kontribusinya kepada masyarakat,” tegasnya.

Komitmen penguatan struktur partai tersebut sejalan dengan arahan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, yang sebelumnya menegaskan pentingnya percepatan konsolidasi organisasi hingga tingkat desa saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Partai Golkar Bondowoso pada Sabtu (2/5/2026).

Penegasan tersebut menjadi sinyal penguatan mesin partai secara menyeluruh, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa dan kelurahan.

Melalui konsolidasi yang terarah dan penguatan kualitas kader, Partai Golkar diharapkan tidak hanya menjadi kekuatan politik, tetapi juga mampu hadir sebagai jembatan aspirasi sekaligus pembawa solusi nyata bagi masyarakat. (ries/mmt)