Jelang Keberangkatan Haji, Kemenhaj Bondowoso Imbau Jemaah dan Perkuat Layanan Lansia di Asrama Haji

avatar M Aris Effendi
  • URL berhasil dicopy
Koper jemaah calon haji asal Bondowoso yang telah disiapkan menjelang keberangkatan ke Tanah Suci pada musim haji 2026.
Koper jemaah calon haji asal Bondowoso yang telah disiapkan menjelang keberangkatan ke Tanah Suci pada musim haji 2026.

 

Bondowoso, JatimUPdate.id, – Menjelang keberangkatan jemaah calon haji tahun 2026, Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bondowoso mengimbau seluruh jemaah untuk mematuhi aturan selama berada di Asrama Haji Surabaya.

Sebanyak tiga kelompok terbang (kloter) asal Bondowoso, yakni SUB 85, SUB 86, dan SUB 87, dijadwalkan berangkat secara bertahap pada 12 hingga 13 Mei 2026 menuju Embarkasi Surabaya sebelum diterbangkan ke Tanah Suci.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Bondowoso, Drs. H. Astono, M.HI, mengatakan aktivitas di asrama yang padat memerlukan kedisiplinan jemaah, terutama dalam mengikuti arahan petugas dan menjaga kelengkapan dokumen perjalanan.

“Jemaah kami imbau untuk menjaga dokumen seperti paspor, memperhatikan informasi yang disampaikan petugas, serta mengenali lokasi fasilitas agar tidak mengalami kebingungan selama berada di asrama,” ujar Astono, (10/5).

Selain itu, pihaknya juga menekankan pentingnya kedisiplinan terhadap jadwal yang telah ditetapkan, termasuk waktu makan dan pengaturan aktivitas harian selama masa transit di asrama.

Di sisi lain, Kemenhaj Bondowoso juga memperkuat layanan bagi jemaah lanjut usia (lansia) melalui pendampingan langsung selama berada di asrama.

Petugas mendampingi jemaah lansia sejak kedatangan di hall hingga menuju ruang makan dan kamar masing-masing guna memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi dengan baik.

“Tidak hanya sampai di hall, kami juga mendampingi hingga ke ruang makan dan mengantarkan ke kamar masing-masing,” kata Astono.

Pendampingan tersebut merupakan bagian dari komitmen pelayanan agar jemaah, khususnya lansia, dapat menjalani seluruh rangkaian proses dengan aman, nyaman, dan tertib.

Dalam kesempatan itu, Astono juga sempat memberikan pendampingan kepada jemaah asal Bondowoso yang tergabung dalam Kloter 73 Pamekasan yang telah lebih dahulu berada di asrama. Pendampingan dilakukan tanpa membedakan asal kloter sebagai bentuk pelayanan menyeluruh.

Selain itu, jemaah juga diimbau untuk segera kembali ke kamar setelah beraktivitas dan mengikuti seluruh informasi yang disampaikan melalui pengeras suara.

Khusus bagi jemaah lansia, pelaksanaan salat dianjurkan di kamar masing-masing dengan tetap membawa perlengkapan ibadah.

Adapun layanan makan telah ditetapkan tiga kali sehari di lokasi yang sama sesuai kloter masing-masing. Jemaah diharapkan disiplin waktu karena layanan makanan akan ditutup sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Pihak Kemenhaj Bondowoso berharap seluruh jemaah dapat mematuhi arahan tersebut sehingga proses keberangkatan hingga perjalanan menuju Tanah Suci dapat berlangsung lancar.

“Semua ini demi kenyamanan jemaah agar ibadah haji dapat dijalankan dengan lebih tenang dan khusyuk sejak awal keberangkatan,” ujar Astono. (ries/yh)