Kota Malang, JatimUPdate.id : Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Brawijaya Merealisasikan Program Doktor Mengabdi dan sekaligus Kuliah Kerja Nyata tahap II bertemakan “Teknologi Bioflok Pada Budidaya Ikan Nila Strain Brawijaya 001 (Braja) dan Ikan Kakap Semeru” bagi warga binaan di Lembaga Permasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas II A Kota Malang.
Baca juga: Pelatihan Jaya Melati 1: Mencetak Kader Hizbul Wathan Berkualitas
Kegiatan Doktor Mengabdi dan Kuliah Kerja Nyata tersebut diketuai oleh Dr. Ir. Abd. Rahem Faqih, M.Si yang merupakan Dosen Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya beserta 5 orang mahasiswa Perikanan UB dengan melakukan tebar benih ikan nila strain braja 001 sebanyak 400 ekor dan ikan Kakap Semeru sebanyak 400 ekor di kolam beton.
Dengan sistem bioflok, budidaya ikan itu akan dilakukan oleh warga binaan lapas permberdayaan perempuan kelas II A Kota Malang.
Prosesi kegiatan itu disaksikan oleh Yunengsih, Bc. IP., S.Sos., M.H. Selaku Kepala Lapas, Dr. Ir. Abd. Rahem Faqih, Prof. Agung, Dr. Akhamad Muwafik Saleh, serta Dr. Tyas perwakilan akademisi dan Prof. Dr. Iwan Permadi selaku kepala perpustakaan UB.
“Untuk yang kedua kalinya kami ucapkan, Syukur alhamdulillah kami warga Universitas Brawijaya berkenan membersamai lagi warga penghuni lapas perempuan kota malang dalam kegiatan ekonomi produktif berupa budidaya ikan nila dan ikan kakap semeru dengan sistem budidaya Bioflok. Kegiatan ini bertajuk Doktor Mengabdi," kata Dr. Ir. Abd Rahem Faqih, M.Si kepada redaksi JatimUPdate.id di lapas perempuan Kota Malang pada Rabu (6/08/2025).
Lebih jauh Faqih menjelaskan almamaternya, Universitas Brawijaya tengah mendorong program Doktor Mengabdi.
“Dengan adanya Program Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya sangat mengedukasi warga binaan di lapas perempuan terkait adanya kegiatan budidaya ikan nila strain braja dengan sistem bioflok pada warga binaan, harapannya warga binaan dapat mengimplementasikan usaha budidaya perikanan ”. Kata Yunengsih, Bc. IP., S.Sos., M.H.
Aksi Nyata dengan Warga Binaan Lapas Perempuan Kelas II A Kota Malang
Baca juga: Konsistensi Latihan Ekstrakurikuler Antar Tim Voli SMPN 11 Malang Raih Prestasi
Memberikan edukasi dan Meningkatkan keterampilan penerapan budidaya ikan nila jenis Strain Braja 001 dan jenis ikan kakap semeru dengan sistem budidaya Bioflok.
Didalam kegiatan perberdayaan perempuan ini sebagai bekal kemandirian yang dapat membangun model kolaboratif antara perguruan tinggi dan Lapas dalam pemberdayaan perempuan pasca-binaan.
Kolaborasi antara Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat (Program Doktor Mengabdi) dengan Lapas Perempuan Kota Malang Kelas IIA.
Dari semangat kebersamaan Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Brawijaya bekerjasama dengan Lapas Perempuan Kelas IIA Kota Malang melalui program doktor mengabdi bisa dilihat dengan jelas bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama.
Kehadiran Akademisi, tokoh masyarakat, serta dukungan pemerintah daerah menjadikan aksi ini bukan hanya sekadar simbolis, tetapi bentuk nyata dari kolaborasi multi-pihak.
Baca juga: 104 Ribu Jamaah Hadiri Puncak Harlah NU di Malang
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen global dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 1 (Desa Tanpa Kemiskinan), SDGs 2 (Desa Tanpa Kelaparan), dan SDGs 14 (Desa Life Under Water).
Harapan dan Komitmen
Melalui kegiatan Program Doktor Mengabdi yang di inisiasi oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat di harapkan para akademisi dapat memberikan kontribusi nyata dalam bentuk edukasi, innovasi, pelatihan keterampilan, serta pendampingan sosial yang dirancang berbasis kebutuhan warga binaan perempuan.
Kegiatan ini diharapkan menjadi jembatan antara dunia akademik dengan dunia pemasyarakatan untuk membentuk masyarakat yang inklusif dan berkeadilan.
#DoktorMengabdi #PemberdayaanPerempuan #DirektoratRisetdanPengabdianKepadamasyarakat #KKNT2025. (rilis/fiq/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat