Jejak KH Zaini Mun’im dalam Perjuangan Indonesia

Reporter : Ponirin Mika
KH Zaini Mun’im

Oleh : Ponirin Mika

Jurnalis JatimUPdate.id

Baca juga: Menuju Puasa Melampaui Ritualisme, Menuju Transformasi Spiritual

Paiton, Probolinggo, JatimUPdate.id - KH Zaini Mun’im adalah sosok yang menjadi teladan nyata bagaimana ulama dapat memadukan spirit keagamaan dengan semangat perjuangan kemerdekaan.

Sejak mudanya, setelah kembali dari Makkah sekitar tahun 1934, beliau tidak hanya menekuni ilmu agama, tetapi juga dengan tegas berjuang melawan ketidakadilan sosial-ekonomi yang menimpa rakyat di sekitarnya.

Melalui Nahdlatul Ulama (NU) di Pamekasan, KH Zaini aktif memperjuangkan hak-hak petani tembakau yang terjajah oleh kebijakan kolonial Belanda.

Sikap ini mencerminkan bahwa kemerdekaan yang ia cita-citakan bukan hanya sekadar kemerdekaan politik, tetapi juga kebebasan sosial dan ekonomi bagi seluruh rakyat.

Ketika pendudukan Jepang merebak, peran KH Zaini makin penting. Sebagai pimpinan Barisan Pembela Tanah Air (PETA), beliau memimpin perjuangan rakyat secara terorganisir.

Ancaman hukuman mati yang pernah dihadapinya tidak membuat semangatnya surut, justru menegaskan keberanian dan keteguhannya sebagai pemimpin yang pantang menyerah.

Setelah proklamasi kemerdekaan, beliau memimpin Sabilillah dalam Serangan Umum 16 Agustus 1947, membuktikan bahwa perjuangan melawan penjajah membutuhkan aksi nyata dan keberanian luar biasa.

Penangkapan KH Zaini oleh Belanda pada 1948 dan ketegasannya menolak menyebutkan rekan-rekannya selama penahanan, menampilkan integritas dan pengorbanan yang mengagumkan.

Baca juga: Kiai Zuhri Zaini Sebut Memahami Konsekuensi Akhirat Adalah Kunci Ketenangan Hidup

Sikap ini bukan sekadar menahan penderitaan pribadi, melainkan juga bentuk loyalitas kepada perjuangan bangsa.

Lebih dari itu, KH Zaini Mun’im adalah simbol nasionalisme yang memadukan nilai-nilai agama, sosial, dan politik. Melalui pengaruhnya di NU, beliau memperkuat jaringan perjuangan rakyat yang tidak hanya berfokus pada satu aspek, tetapi menyeluruh.

Kehidupan dan perjuangannya menunjukkan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah buah kolaborasi berbagai elemen bangsa, terutama para ulama yang punya pengaruh besar di masyarakat.

Nilai-nilai keberanian, keteguhan, dan pengorbanan yang dihidupkan KH Zaini menjadi warisan berharga bagi generasi sekarang.

Ia mengajarkan bahwa perjuangan kemerdekaan adalah perjuangan total yang melibatkan berbagai aspek kehidupan, dari sosial-ekonomi hingga spiritual. Kepemimpinannya dalam mengorganisir perlawanan rakyat membuktikan kecerdasan strategi yang jarang dimiliki.

Baca juga: Kiai Zuhri Zaini Bedah Karakter Ulama Akhirat di Pengajian Ramadan Nurul Jadid

KH Zaini Mun’im juga mengingatkan kita akan pentingnya integritas dalam perjuangan dan pembangunan bangsa. Melalui perpaduan pemikiran religius dan nasionalisme, ia membuka jalan bagi Indonesia yang adil dan makmur.

Perjuangannya adalah bukti nyata bahwa ulama dan tokoh agama punya peran sentral dalam mengukir sejarah bangsa.

Secara keseluruhan, KH Zaini Mun’im adalah teladan perjuangan dan pengorbanan yang harus terus dikenang.

Beliau bukan hanya pahlawan bagi Madura, tetapi pahlawan nasional yang memperlihatkan bahwa keberanian dan kecerdasan strategi, berpadu dengan keimanan dan keteguhan hati, dapat mengubah nasib bangsa. Dari jejaknya, kita belajar bahwa perjuangan sesungguhnya adalah pengorbanan total demi masa depan yang lebih baik. (pm/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru