Blitar, JatimUPdate.id – Perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke-80 di Kota Blitar berlangsung meriah, Minggu (10/8/2025). Aloon-aloon Kota Blitar dipadati ribuan warga yang antusias menyaksikan gerak jalan umum yang digelar Pemerintah Kota Blitar.
Di antara puluhan peserta yang ikut, rombongan RT 2 RW 13 Kelurahan Karanglo, Kecamatan Sananwetan, sukses mencuri perhatian publik. Mereka tampil beda dengan kostum disco ala era 80-an—busana warna-warni, kacamata hitam retro, hingga aksesori mencolok yang memadukan gaya klasik dan penuh keceriaan.
Baca juga: Harga Cabe Merah Besar di Kota Blitar Hari Ini Tembus Rp48.500 per Kg
Ketua RT 2 RW 13, yang juga inisiator tema gerak jalan Dono Trisusilo, mengungkapkan ide tersebut terinspirasi dari semangat kemeriahan dan kebersamaan yang lekat di era 80-an. Menurutnya, tema disco membawa pesan bahwa kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan mengenang perjuangan, tetapi juga dengan kebahagiaan bersama.
“Disco melambangkan semangat untuk bersenang-senang, melepaskan penat, dan merayakan momen indah bersama. Kostum warna-warni yang kami pakai juga simbol Bhinneka Tunggal Ika—berbeda-beda tapi tetap satu,” ujar Dono yang juga pemilik bengkel mobil senior Karanglo.
Baca juga: Pemkot Blitar Perpanjang Batas Pembayaran PBB-P2 hingga 31 Desember 2025
Sebanyak 36 pemuda-pemudi Karanglo ikut berpartisipasi. Mereka berlatih bersama selama berminggu-minggu untuk mempersiapkan penampilan ini. Saat melintas di rute gerak jalan, musik disco khas 80-an mengalun dari pengeras suara mereka, membuat penonton ikut bergoyang dan bersorak riang.
Suasana semakin hidup ketika anak-anak ikut menari di pinggir jalan, sementara warga dewasa bertepuk tangan mengikuti irama. Bagi Dono, momen ini menjadi bukti bahwa perayaan HUT RI mampu mempererat kebersamaan antarwarga.
Baca juga: Golo FC Juarai Turnamen Futsal di Kota Blitar
Ia berharap semangat tersebut terus terjaga, bahkan di luar momentum perayaan. “Semoga kita semua selalu kompak dan pemerintahan ke depan mampu membawa kemakmuran seperti masa kejayaan Indonesia di era 70–80-an,” pungkasnya. (*)
Editor : Anang AF