Kediri, JatimUPdate.id — Ribuan warga Kediri kembali tumpah ruah mengikuti kirab Merah Putih, Sabtu (16/8/2025).
Baca juga: Kasus Lahan Tol Bandara Dhoho Kediri Tetap Diproses, Jaksa Tegaskan Masuk Pidana Umum
Tradisi yang digagas para pemuda ini sudah menjadi agenda tahunan jelang peringatan HUT RI.
Rute kirab dimulai dari Balai Kota Kediri dan berakhir di puncak Gunung Klotok, tempat bendera raksasa akan dibentangkan.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri, Zahrie Ahmad, menyebut kirab ini lahir dari inisiatif masyarakat, khususnya para pemuda.
Pemerintah kota hanya memfasilitasi agar tradisi tetap hidup. “Ini menunjukkan betapa kuatnya cinta tanah air warga Kediri. Semangat mengibarkan Bendera Merah Putih datang dari masyarakat, dan pemerintah tentu menyambutnya dengan baik,” ujar Zahrie.
Tahun ini, sekitar seribu orang terlibat langsung dalam kirab. Mereka berbaris rapi, membawa potongan kain merah putih untuk disatukan di puncak Gunung Klotok.
Bagi warga, prosesi ini bukan sekadar seremonial, melainkan simbol kebersamaan dan wujud penghormatan kepada para pahlawan.
Baca juga: Tergugat Mangkir, Sidang Gugatan Nenek 72 Tahun Ditunda
Zahrie berpesan, semangat kemerdekaan jangan berhenti di kirab semata. “Di usia ke-80 Republik Indonesia, mari menatap masa depan dengan pikiran sehat dan produktif. Sekecil apa pun usaha yang kita lakukan, insyaallah akan membuahkan hasil,” katanya.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, yang untuk pertama kalinya mengikuti kirab setelah dilantik, tampak berjalan bersama barisan pemuda. Ia menyebut tradisi ini sebagai kebanggaan tersendiri bagi Kediri.
“Potongan kain yang kita bawa ini akan disatukan di puncak Gunung Klotok. Tradisi ini langka, tidak semua daerah punya. Kediri patut berbangga,” ujarnya dengan wajah sumringah.
Suasana semakin meriah ketika peserta tampil dengan seragam organisasi masing-masing, dihiasi aksesori merah putih.
Baca juga: Persik Kediri Siap Tempur Lawan Persib, Reina Sesalkan Stadion Tak Bisa Penuh
Iring-iringan yang bergerak pelan membuat warga di pinggir jalan tak henti mengabadikan momen dengan kamera ponsel. Tak sedikit pula yang ikut bergabung spontan dalam barisan.
Kirab Merah Putih di Kediri sudah menjadi tradisi tahunan yang ditunggu masyarakat. Bukan sekadar arak-arakan, tetapi juga simbol persatuan dan semangat juang yang diwariskan dari para pahlawan.
“Makna kemerdekaan adalah bebas berkarya dalam hal positif dan menatap masa depan dengan memperkuat kolaborasi," kata Vinanda.(mam/mmt)
Editor : Miftahul Rachman