Malang,JatimUPdate.id - Satgas Patriot Ketahanan Pangan PW Ansor Jatim berkolaborasi dengan LPPM Unira Malang menyerahkan benih padi varietas INPARI-32, di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Tajinan, Jl. Anjangsana No. 4, Desa Randugading, Tajinan, Kabupaten Malang, Kamis, (21/8).
Kasatgas Patriot Ketahanan Pangan PW GP Ansor Jatim, Deni Prasetya, mengatakan langkah ini untuk mendukung program Ketahanan Pangan Nasional sekaligus mewujudkan Asta Cita ke-6: Pembangunan dari Desa untuk Pemerataan Ekonomi.
Baca juga: Pastikan Kelancaran Transaksi 2026, BNI Wilayah 18 Malang Siagakan Layanan Operasional Terbatas
"Pada tahap awal, bantuan benih padi INPARI-32 akan mencakup target 6.000 hektar lahan pertanian dengan total benih sebanyak 150 ton, yang akan disalurkan secara bertahap di wilayah Kabupaten Malang." tutur Deni
Deni menjelaskan kemandirian pangan lahir dari desa yang kuat. Ansor tidak berhenti di seremonial, tetapi bergerak nyata dari ranting ke ranting, dari desa ke desa.
Pun memastikan bantuan sampai ke petani dan memberi dampak langsung kepada petani.
Baca juga: Semangat Hari Pers Nasional 2026, Bontangku Perkuat Komitmen Literasi Digital melalui Legalitas Baru
"Pada tahap awal, bantuan benih padi INPARI-32 akan mencakup target 6.000 hektar lahan pertanian dengan total benih sebanyak 150 ton, yang akan disalurkan secara bertahap di wilayah Kabupaten Malang." beber Deni
Ia menambahkan ditengah ancaman krisis global, ancaman kelaparan sama seriusnya dengan radikalisme.
Maka dari itu, ketahanan pangan harus jadi aksi nyata yang lahir dari semangat kebersamaan dan kerja keras di desa-desa.
Baca juga: Presiden Prabowo Beri Penghargaan Qori Terbaik MTQ Nasional
"Kalau desa kuat, Indonesia tidak akan pernah goyah. Pemerintah tidak boleh berhenti pada jargon ketahanan pangan; kebijakan, anggaran, dan perhatian negara harus benar-benar berpihak kepada petani." demikian Deni Prasetya.
Sebagai informasi: Kegiatan ini dihadiri perwakilan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Malang, kader Ansor Tajinan, mahasiswa, serta HKTI Kabupaten Malang. (Roy)
Editor : Miftahul Rachman