Surabaya,JatimUPdate.id – Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Rakyat (GEMPAR) Jawa Timur menyampaikan sikap resmi terkait aksi demonstrasi yang digelar di depan Gedung Negara Grahadi, pada Jum'at (29/8)
Sekretaris Jenderal GEMPAR Jatim, Rizal, memaparkan aksi bersama beberapa elemen tersebut merupakan bentuk keprihatinan atas perilaku aparat penegak hukum yang dinilai semakin kehilangan moralitas dan integritas.
Baca juga: Dilantik di Gedung Grahadi, Kadin Jatim Tetapkan Tujuh Fokus Strategis
Rizal menegaskan tragedi meninggalnya seorang pengemudi ojek online merupakan bukti kegagalan negara dalam melindungi rakyatnya.
“Hilangnya satu nyawa bukan sekadar angka statistik, tetapi tragedi kemanusiaan yang mencerminkan kerusakan sistemik,” kata Rizal.
Menurut Rizal, tudingan anarkis terhadap masyarakat dalam aksi demonstrasi hari ini tidak bisa dilihat hanya sebagai pelanggaran.
Namun beber dia, hal itu merupakan manifestasi kekecewaan publik yang sudah lama menumpuk.
“Ketika jalur formal dan mekanisme hukum tidak lagi dipercaya, rakyat mencari saluran lain untuk menyuarakan keadilan. Maka yang seharusnya dikritisi bukan amarah rakyat, melainkan aparat penegak hukum yang merampas hak hidup rakyat kecil,” tegasnya.
GEMPAR Jatim menilai fenomena tersebut sebagai potret krisis hukum yang tajam ke bawah, namun tumpul ke atas.
Baca juga: Temui Massa Mitra Jagal, Saifuddin Keberpihakan DPRD Harga Mati untuk Rakyat
Ia menganggap aparat yang seharusnya menjadi pelindung rakyat justru berubah menjadi ancaman.
"Kami menuntut adanya investigasi independen yang transparan dan akuntabel terhadap aparat yang terlibat, tanpa rekayasa maupun kompromi politik." tegasnya.
Ia juga mengingatkan tindakan represif hanya akan memperlebar jurang ketidakpercayaan publik terhadap negara.
Ia menegaskan reformasi struktural dalam tubuh aparat penegak hukum harus segera dilakukan agar hukum kembali berpihak pada rakyat.
Baca juga: Mitra Jagal Kembali Geruduk DPRD Surabaya, Teriak Boikot
“Masyarakat membutuhkan bukti nyata, bukan sekadar retorika. Tanpa langkah konkret, tragedi serupa akan terus berulang dan memupuk perlawanan sosial yang lebih besar,” tandasnya.
Gempar Jatim menyerukan seluruh elemen masyarakat, mahasiswa, dan organisasi rakyat terus mengawal kasus ini hingga tuntas.
“Keadilan tidak boleh dikubur oleh waktu, dan kebenaran tidak boleh ditutup rapat oleh kekuasaan. Kami berdiri di garda terdepan untuk memastikan aparat penegak hukum bertanggung jawab atas hilangnya nyawa rakyat, karena satu nyawa rakyat lebih berharga daripada seribu alasan pembenaran,” demikian Rizal. (Roy)
Editor : Miftahul Rachman