Surabaya,JatimUPdate.id - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya bersama tokoh lintas agama menggelar pernyataan sikap bersama terkait perkembangan situasi sosial politik di Indonesia, termasuk dinamika yang terjadi di Kota Surabaya.
Pernyataan sikap ini merupakan bentuk ikhtiar bersama para tokoh agama untuk menjaga persatuan, kedamaian, dan kerukunan di Surabaya sebagai kota pahlawan.
Baca juga: PCNU Surabaya Bersama Tokoh Lintas Agama Serukan Kedamaian dan Persaudaraan
Ketua PCNU Surabaya, Masduki Toha, mengatakan imbauan bersama ini menjadi bentuk ikhtiar menjaga Surabaya sebagai rumah bersama yang nyaman bagi seluruh warga.
“Mudah-mudahan semua pihak memahami bahwa inilah usaha kita untuk menciptakan Surabaya yang aman, nyaman, dan kondusif,” demikian Masduki Toha, melalui keterangannya, Senin (1/9)
Berikut Isi Pernyataan Sikap Lintas Agama di Surabaya:
1. Menyatakan turut berbelasungkawa atas adanya korban jiwa di sejumlah daerah akibat konflik sosial, aksi unjuk rasa, dan kerusuhan. Doa dipanjatkan agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, keteguhan hati, dan kekuatan iman.
2. Aparat keamanan dan ketertiban hendaknya mengedepankan sikap persuasif serta menghindari tindakan represif dalam menangani massa aksi.
Baca juga: PPI Jepang Imbau Mahasiswa Indonesia di Luar Negeri Tidak Gelar Aksi di Jalan Maupun Depan KBRI
3. Masyarakat diimbau menjaga fasilitas umum sebagai aset rakyat, serta mengutamakan sikap arif demi kepentingan bersama.
4. Pejabat publik, baik anggota DPR, DPRD, maupun kepala daerah, hendaknya berkomunikasi dengan masyarakat dan tidak mempertontonkan gaya hidup bermewah-mewahan.
5. Pejabat publik dan pemimpin bangsa senantiasa memandang rakyat dengan kehormatan dan kemuliaan. Prinsip vox populi vox dei (suara rakyat adalah suara Tuhan) harus dijunjung, sebagaimana konsep kepemimpinan Islam audah istirja’ (suara rakyat adalah kemaslahatan rakyat).
Baca juga: PCNU Surabaya Masa Khidmat 2024-2029 di Lantik, Masduki Toha: Soliditas dan Sinergi Jadi Kunci Utama
6. Seorang pemimpin adalah pemegang amanah untuk mewujudkan kemaslahatan rakyat.
7. Semua pejabat dan seluruh komponen masyarakat agar memperkuat silaturahim, demi mewujudkan persaudaraan, persatuan, dan kesantunan.
Pernyataan sikap tersebut ditandatangani bersama oleh PCNU Kota Surabaya PD Muhammadiyah Kota Surabaya, PGI Surabaya, Gereja Katolik Keuskupan Surabaya, MAKIN Surabaya, Yayasan Tempat Ibadah Mbah Ratu Tri Dharma Surabaya, PHDI Surabaya dan Majelis Buddhayana Indonesia Surabaya. (Roy)
Editor : Miftahul Rachman