Ini Kata Acek Kusuma Terkait Penundaan Aksi 3 September di Depan Gedung Grahadi Surabaya

Reporter : Ibrahim
Acek Sulaiman, dok Jatimupdate.id/roy

Surabaya, JatimUPdate.id - Salah satu koordinator Rakyat Jawa Timur Menggugat, Acek Kusuma, menegaskan penundaan aksi 3 September di depan Grahadi bukan berarti gerakan berhenti. 

Ia memastikan, aksi hanya ditunda hingga momentum yang tepat ketika situasi kembali kondusif.

Baca juga: Blak-blakan Eks Anggota DPRD Jatim Sebut Khofifah Tak Paham Struktur APBD 

“Gerakan ini tidak kemudian menghentikan aksi-aksi. Aksi akan diselenggarakan di momentum yang tepat. Tidak ada tekanan dari manapun bahwa aksi ini digagalkan. Kami nyatakan kembali, aksi ini ditunda,” tegas Acek di Posko Rakyat Jawa Timur Menggugat, Senin (1/9) malam.

Ia menyebut, penundaan itu justru memperkuat legitimasi Rakyat Jawa Timur Menggugat tetap konsisten mengawal tiga isu lokal. 

Baca juga: Usung 3 Tuntutan, Rakyat Jawa Timur Menggugat Bandingkan Kinerja Khofifah dengan Kepala Daerah Lain

Pertama, pengampunan pajak kendaraan bermotor. Kedua, dugaan korupsi triliunan rupiah dana hibah yang perlu diusut tuntas. Ketiga, maraknya pungli di SMA dan SMK yang menjadi kewenangan gubernur.

“Kasus dana hibah ini memang domain KPK. Namun Khofifah sebagai kuasa pengguna anggaran punya hak penuh dalam menentukan arah kebijakan, termasuk lewat pergub untuk memperbaiki tata kelola dana hibah,” jelasnya.

Baca juga: Khofifah Ajak Warga Maknai Hari Jadi Ke-80 Jatim dengan Semangat “JATIM BISA”

Menurut Acek, maraknya pungli di sekolah negeri bukan hanya isu, melainkan benar-benar keluhan nyata masyarakat. 

“Banyak keluh kesah rakyat Jawa Timur yang kemudian kita angkat menjadi konten perjuangan bersama, salah satunya lewat Cak Sholeh,” demikian Acek Kusuma. (Roy)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru