Magelang,JatimUPdate.id - Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya, menerima kunjungan Mahasiswa Nanyang Polytechnic University Singapore bersama mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga di Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Ngagel, beberapa waktu lalu.
Jeffry dari Nanyang Polytechnic terkesan dengan pengelolaan air di IPAM Ngagel, bahkan mengaku takjub karena areanya yang sangat luas.
Baca juga: Cuaca Ekstrem dan IdulFitri Perumda Surya Sembada Pastikan Ketersediaan Air Bersih Cukup Melimpah
“Ketika pertama kali berkeliling, saya terkesan dengan luasnya area dan keberhasilan pengelolaan air di IPAM Ngagel Surabaya. Jika dibandingkan dengan Singapura, proses pengolahan air di negara kami sebagian besar dilakukan di dalam ruangan dengan pemanfaatan bahan kimia yang lebih dominan." tutur nya
"Sementara di sini, terdapat keunggulan tersendiri karena mampu memanfaatkan ruang yang luas untuk menerapkan metode alami dalam pengolahan air,” ujarnya.
Baca juga: Libur Lebaran, Layanan Perumda Air Minum Surya Sembada Surabaya Tetap Siaga 24 Jam
Salah satu mahasiswa Nanyang Polytechnic, Muhammad Nur Waiz, menjelaskan, kunjungan ke IPAM menjadi bekal untuk memperdalam studi yang sedang dipelajarinya.
“Sebagai mahasiswa yang menekuni bidang sains, saya perlu memahami lebih banyak tentang pengolahan air, mulai dari penggunaan bahan kimia, proses penyaringan, hingga berbagai metode lain yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan air bersih. Dari kunjungan ini, saya memperoleh wawasan baru yang sangat bermanfaat,” ungkapnya.
Baca juga: Gerakan Indonesia Asri di Kalimas, Perumda Surya Sembada Terjunkan 40 Peserta
Sebagai informasi, kegiatan ini dihadiri 11 mahasiswa Nanyang Polytechnic, 10 mahasiswa Universitas Airlangga, 2 dosen dari Nanyang Polytechnic, dan 2 dosen dari Universitas Airlangga.
Mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai teknologi pengelolaan air bersih yang diterapkan di Kota Surabaya. Kegiatan ini sekaligus membuka kesempatan untuk menjalin relasi serta memperluas peluang kerja sama di masa depan, khususnya antarnegara di kawasan Asia Tenggara. (*/Roy)
Editor : Miftahul Rachman