Imam Wihdan Zarkasyi: Anak Muda Kediri Harus Kuasai AI, Jangan Sampai Ketinggalan Zaman

Reporter : Umamul Hoir
Imam Wildan Zarkasyih saat ditemui usai acara Ngobiz: Ngobrol Bisnis di Green Café, Kota Kediri, Minggu 7 September 2025 malam.

 

Kediri, JatimUPdate.id – Direktur PT Kediri Lebih Makmur (KLM Agro), Imam Wihdan Zarkasyi, menilai kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) bisa menjadi jembatan penting bagi kreator pemula untuk mengembangkan karya digital mereka.

Baca juga: Kasus Lahan Tol Bandara Dhoho Kediri Tetap Diproses, Jaksa Tegaskan Masuk Pidana Umum

Lebih jauh AI, menurutnya, tidak hanya membantu efisiensi produksi konten tetapi juga memperluas jangkauan pemasaran usaha kecil.

“Perkembangan dunia saat ini makin cepat, maka anak muda harus mengikuti perkembangan zaman. Jangan sampai anak muda di Kota Kediri ketinggalan zaman,” ujar Imam saat ditemui usai acara Ngobiz: Ngobrol Bisnis di Green Café, Kota Kediri, Minggu 7 September 2025 malam.

Pengusaha yang akrab disapa Pak Lek Imam ini menjelaskan, AI dapat meningkatkan kualitas sekaligus distribusi konten digital.

Hal ini terutama bermanfaat bagi pelaku UMKM yang ingin menjangkau pasar lebih luas.

Baca juga: Tergugat Mangkir, Sidang Gugatan Nenek 72 Tahun Ditunda

Namun ia mengingatkan, tantangan terbesar justru terletak pada rendahnya literasi digital. Banyak kreator pemula, kata dia, masih terpaku pada kecanggihan teknologi tanpa memahami strategi komunikasi.

“AI memang canggih, tetapi tanpa kreativitas dan pemahaman pasar, konten akan kehilangan ruh,” ujarnya.

Acara Ngobiz sendiri digagas Majelis Ekonomi PDM Kota Kediri. Imam menilai forum semacam ini penting untuk mempertemukan pemuda lintas organisasi.

Baca juga: Persik Kediri Siap Tempur Lawan Persib, Reina Sesalkan Stadion Tak Bisa Penuh

“Forum seperti ini harus banyak dilakukan oleh para pemuda. Tidak hanya dari unsur Muhammadiyah, bisa juga Nahdlatul Ulama, KNPI, Karang Taruna, dan sebagainya,” ucapnya.

Ia berharap kegiatan Ngobiz mampu menumbuhkan ekosistem kreator digital di Kediri. Menurutnya, AI sebaiknya dipandang bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai mitra yang bisa mengarahkan anak muda ke kegiatan positif.

“Anak muda harus punya kegiatan yang bermanfaat agar bisa meminimalisasi hal negatif,” pungkasnya.(mam/mmt)

Editor : Miftahul Rachman

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru