Surabaya, JatimUPdate.id - Jika biasanya auditorium dipenuhi seminar serius dan pidato ilmiah yang membuat kening berkerut, kali ini Institut Francais Indonesia (IFI) Surabaya akan kedatangan para seniman muda yang lebih suka bikin senyum merekah dan pikiran melek.
Pada 20 September 2025 mendatang, tepatnya pukul 15.00 WIB, tiga generasi warga Gunung Anyar Emas akan menjajal panggung dengan penuh semangat merdeka—bukan merdeka dari pajak, melainkan merdeka dalam berkesenian.
Baca juga: Zulhas Jadi Keynote Speaker, LHKP PWM Jatim Tegaskan Politik Kebangsaan sebagai Kontrol Demokrasi
Mereka adalah Dzaky Almair Jamil Octafiansah (11 tahun, SDN 628 Gunung Anyar Tambak) yang akan memulai dengan Wayang Suket karya Kibalok dan Meimura, berjudul “Si Baik dan Si Jahat”.
"Jangan salah, meski rumput jadi tokoh utamanya, pesannya bisa lebih tajam daripada status WhatsApp tetangga," kata Khrisna, sebagaimana rilis yang diterima Redaksi JatimUPdate.id pada Senin (15/09/2025).
Lanjut, giliran Oktaviano (15 tahun, SMPN 12) yang akan membacakan puisi legendaris karya Chairil Anwar, “Bung Karno, Mari Kita Bikin Janji”. Janji di sini tentu beda dengan janji kampanye lima tahunan—puisi Chairil lebih tahan lama daripada baliho.
Dari generasi muda menuju generasi muda plus, tampil Hanifah Intan (21 tahun, Sarjana Ilmu Politik UIN Sunan Ampel) lewat monolog berjudul “Perempuan dan Demokrasi”. Sebuah pementasan yang menunjukkan bahwa demokrasi tak hanya soal kotak suara, tapi juga soal suara perempuan yang jangan sampai dipelankan.
Tak ketinggalan, sang pembimbing sekaligus penggoda tawa, Meimura, akan menghadirkan Ludruk Garingan dengan lakon “Besut–Rusmini Sambang Sinambang”. Sebuah sajian yang membuktikan bahwa ludruk masih bisa kritis segar, meski dunia politik dan ekonomi kadang bikin kecut miris.
Acara ini terselenggara berkat kerja sama Institut Francais Indonesia(FI) Surabaya dan Sanggar Anak Merdeka Indonesia (SAMIN).
Harapannya sederhana namun akademis: mempererat hubungan antar-lembaga, memperluas persaudaraan, serta memperkaya pengalaman para pelaku seni. Atau dengan kata lain, panggung ini adalah “ruang kuliah terbuka” di mana penonton bebas belajar tanpa harus bayar SKS.
Baca juga: P31 Pertanyakan Transparansi Perwali Nomor 73 Tahun 2025
Pentas ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya masuk. Jadi, jangan sampai lebih memilih rebahan—karena seni tak bisa dinikmati lewat fitur skip ad.
Secara khusus, Redaksi JatimUPdate.id mendapatkan data untuk kontak media dari Sanggar Anak Merdeka Indonesia yang berlokasi di Gunung Anyar Emas XV. No 15.Surabaya.
Sejumlah kontak person itu terdiri atas,
081357811880 Meimura. IFI Surabaya, komplex AJBS, Jl. Ratna 14 Surabaya, serta Krishna 081331487498. (roy/mmt)
Editor : Miftahul Rachman