Sidoarjo, JatimUPdate.id - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan menggelar operasi pasar beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mulai Rabu, 17 September 2025.
Baca juga: Tiga Mahasiswa ITICM Bawa Timnya Sabet Juara 2 Kompetisi E-Sport Disporapar Sidoarjo
Setiap desa dan kelurahan bakal mendapat jatah penjualan 3 ton beras SPHP dengan harga subsidi.
Beras SPHP kemasan 5 kilogram dilepas Rp55 ribu per sak, lebih murah dari harga pasar yang mencapai Rp60 ribu.
Penjualan akan dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo di 24 titik setiap hari, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.
Baca juga: WTP ke-13 Diraih, Tapi BPK Masih Temukan Masalah Aset dan Proyek di Pemkab Sidoarjo
“Program ini untuk mendukung kebijakan Presiden Prabowo. Kalau distribusi cepat, masyarakat Sidoarjo tidak akan kekurangan beras,” kata Bupati Sidoarjo, Subandi, dalam rapat daring bersama camat dan kepala desa, Selasa (16/9/ 2025).
Subandi menargetkan 6.750 ton beras SPHP dapat segera disalurkan kepada masyarakat. Hingga kini baru 1.592 ton yang terealisasi.
“Masih ada 5.158 ton beras yang siap didistribusikan. Saya mohon ASN, pegawai BUMD, dan perangkat desa ikut membeli dan membantu menjual kepada masyarakat,” ujarnya.
Baca juga: Sidoarjo Serius Garap E-Sport, DPRD dan Pemkab Cari Bibit Atlet Digital untuk Porprov 2027
Kepala Disperindag Sidoarjo, Widiyantoro Basuki, menyebut operasi pasar akan berlangsung hingga 22 September 2025, termasuk akhir pekan.
“Kami minta balai desa menyiapkan lokasi penjualan. Targetnya habis setiap kali digelar,” kata Widiyantoro.(ih/mmt)
Editor : Miftahul Rachman