Magetan, JatimUPdate.id – Dalam momen hangat di tengah padatnya agenda resmi menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Provinsi Jawa Timur, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menunjukkan kepeduliannya terhadap pelaku ekonomi rakyat dengan mengunjungi Pasar Induk Plaosan, Kabupaten Magetan, Minggu (5/10). Usai memimpin ziarah ke makam Gubernur pertama Jawa Timur, Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo dan beberapa kegiatan lainya, Khofifah menyempatkan diri berbaur dengan para pedagang pasar dan memborong aneka hasil bumi.
Dengan langkah santai namun penuh antusias, Khofifah menyusuri deretan lapak pedagang yang menjajakan aneka sayur dan buah segar khas dataran tinggi Magetan. Di antaranya kentang, tomat, kol, wortel, kangkung, daun bawang, seledri, hingga bumbu pecel, bumbu legendaris khas Madiun–Magetan. Tak ketinggalan, deretan buah seperti alpukat, mangga dan stroberi turut memenuhi keranjang belanja sang gubernur.
“Ini kan ori ya, original gitu. Saya melihat mereka para pedagang dengan tersenyum saat menawarkan dagangannya. Mereka juga menyebut harga apa adanya, tidak ada yang dinaikkan, padahal tahu ada Bupati, ada Gubernur,” ujar Khofifah.
Bagi Khofifah, suasana pasar yang bersahaja justru menggambarkan keindahan tersendiri. Ia menilai kawasan Plaosan yang tidak jauh dengan destinasi wisata Telaga Sarangan merupakan daerah subur penghasil sayur-mayur berkualitas tinggi.
“Indah menurut saya. Karena ini kan daerah dekat Sarangan, jadi memang surganya sayur-mayur. Banyak yang organik juga. Saya dengar belanja di sini tidak hanya warga Magetan, tapi juga dari Madiun, Ngawi, dan daerah sekitar,” ungkapnya.
Menariknya, kunjungan ini sempat diwarnai kisah kecil yang mengundang tawa. “Tadi itu saya salah sebut, saya pikir di Maospati, ternyata Plaosan. Jadi balik lagi ke sini,” ujar Khofifah sambil tertawa ringan diikuti para pedagang dan warga yang menyambutnya.
Di tengah interaksi yang cair, Khofifah menyampaikan kekagumannya terhadap para pedagang, khususnya kaum perempuan yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.
“Kalau kita bisa bersapa dengan mereka dan melihat betapa mereka bekerja keras, sebagian besar perempuan pekerja keras. Luar biasa. Dan itu menjadi energi yang luar biasa bagi kita semua,” tegasnya.
Baca juga: Khofifah Bantah Terima Ijon 30 Persen Dana Hibah Pokir DPRD Jatim
Gubernur perempuan pertama Jawa Timur ini juga menyinggung komitmennya untuk terus menghadirkan program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat produktif. Ia berharap pada kunjungan berikutnya, bertepatan dengan peresmian Twin Road, dapat membawa lebih banyak manfaat.
“Biasanya saya suka menyiapkan zakat produktif. Mudah-mudahan lain kali, sambil peresmian Twin Road itu ya, saya ingin bersama lagi dengan zakat produktif,” tambahnya.
Kehadiran Khofifah di pasar tradisional itu menjadi momen tak terlupakan bagi para pedagang. Mereka tidak hanya merasa diperhatikan, tapi juga mendapat rezeki langsung dari sang gubernur. Dian, salah satu pedagang asal Desa Alas Tuo, Kecamatan Poncol, mengaku bahagia dagangannya diborong.
“Alhamdulillah, tadi Bu Khofifah membeli dagangan saya, sekitar Rp250 ribu. Saya senang sekali, semoga beliau selalu sehat dan rezekinya lancar,” ungkap Dian dengan mata berbinar.
Baca juga: Jelang Imlek dan Ramadan, Mbak Wali Pastikan Harga Bahan Pokok di Pasar Pahing Terkendali
DI Pasar Plaosan Gubernur Khofifah juga membagikan bingkisan berupa bahan pokok makanan kepada para pedagang.
Kunjungan Gubernur Khofifah ke Pasar Induk Plaosan menjadi potret nyata bagaimana pemimpin daerah turun langsung menyapa rakyatnya. Tak hanya menyerap aspirasi, tetapi juga mengapresiasi kerja keras pelaku ekonomi rakyat. Dalam suasana sederhana dan penuh keakraban itu, semangat kebersamaan antara pemimpin dan rakyat kembali terasa hidup, menguatkan tekad Jawa Timur untuk terus tumbuh sebagai provinsi yang inklusif, sejahtera, dan berkeadilan sosial.(DPR)
Editor : Redaksi